KALIMANTAN SELATAN — Yamaha Grand Filano pertama kali meluncur di Indonesia pada awal 2023 dan langsung mencuri perhatian berkat desainnya yang terinspirasi skuter Eropa. Memasuki September 2026, posisinya di pasar masih sama: motor ini bukan untuk mereka yang mencari performa atau teknologi paling canggih, melainkan untuk pengendara yang mengutamakan gaya dan kepraktisan harian. Kami sudah mengamati perkembangan model ini sejak peluncurannya, dan berikut analisis lengkap sebelum kamu memutuskan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.
Untuk pasar OTR Jakarta, Yamaha Grand Filano tersedia dalam dua pilihan: Hybrid Neo Rp28.665.000 dan Hybrid Lux Rp29.145.000. Selisihnya tipis, dan perbedaan utamanya ada pada detail finishing — Lux hadir dengan warna doff yang lebih eksklusif dan beberapa aksen krom tambahan.
Perlu dicatat, harga ini khusus wilayah Jakarta. Di luar Pulau Jawa, kamu bisa mendapati selisih Rp300-500 ribu karena perbedaan pajak dan biaya administrasi dealer. Sebelum memutuskan, cek dulu harga di kotamu karena selisihnya bisa cukup signifikan.
Jangan membayangkan teknologi hybrid ala mobil seperti Toyota Prius. Sistem hybrid pada Grand Filano hanyalah smart motor generator (SMG) yang berfungsi ganda sebagai starter dan membantu akselerasi dari posisi berhenti. Tenaga tambahannya kecil — hanya membantu di putaran bawah sebelum mesin bensin mengambil alih.
Spesifikasinya: mesin Blue Core 125 cc berpendingin udara, tenaga puncak 8,1 hp di 6.500 rpm dan torsi 10,4 Nm di 5.000 rpm. Angka ini nyaris identik dengan Lexi atau FreeGo yang tidak punya label "hybrid".
Yang perlu kamu tahu: sistem ini tidak akan membuat motor ini lebih cepat dari kompetitornya di kelas 125 cc. Fungsinya lebih ke mereduksi getaran saat idle dan membuat start dari lampu merah terasa lebih halus. Efisiensi bahan bakar memang sedikit lebih baik, tapi jangan berharap lompatan drastis — di pemakaian nyata, Grand Filano tetap berada di angka konsumsi BBM yang wajar untuk skutik 125 cc.
Kalau ada satu hal yang membuat Grand Filano layak dipertimbangkan, itu adalah bagasinya. Kapasitas 27 liter mampu memuat helm half-face plus jas hujan, atau satu helm full-face ukuran kecil. Untuk konteks: ini lebih lega daripada kebanyakan skutik retro lain di kelasnya.
Ruang penyimpanan ini yang membuat motor ini praktis untuk penggunaan harian — ke pasar, bawa laptop, atau sekadar menyimpan sarung tangan dan tumbler. Buat pengendara yang tidak mau repot membawa tas setiap kali keluar, fitur ini terasa sangat berharga.
Di rentang harga Rp28-29 juta, Grand Filano tidak punya banyak pesaing dengan gaya serupa. Desainnya memadukan elemen klasik — lampu bulat, jok bertekstur, dan panel instrumen analog — dengan LED modern dan panel instrumen digital kecil. Ini motor yang akan membuatmu menoleh dua kali saat parkir di mall.
Namun, perlu diingat: motor ini bukan untuk kamu yang butuh fitur kekinian seperti keyless, USB charging port, atau smart key system. Grand Filano masih menggunakan kunci konvensional. Di kelas harga yang sama, beberapa kompetitor dari Honda sudah menawarkan fitur tersebut.
Grand Filano adalah motor yang dibeli karena gaya, bukan karena spesifikasi. Jika kamu adalah pengendara yang setiap hari berkutat di kemacetan kota, menginginkan motor yang tampil beda dari Vario atau NMAX yang ada di mana-mana, dan membutuhkan bagasi luas untuk kebutuhan harian — motor ini sangat masuk akal.
Sebaliknya, jika prioritasmu adalah fitur teknologi, performa mesin, atau nilai jual kembali yang tinggi, ada pilihan lain yang lebih rasional di kelas harga yang sama. Grand Filano adalah pembelian berbasis emosi dan estetika — dan untuk itu, ia menjalankan perannya dengan baik.