MARTAPURA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat kekeringan kini melanda 48 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Distribusi air bersih pun digencarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan aktivitas harian warga.
Total 1.924.150 liter air telah dikirim ke wilayah terdampak. BPBD Banjar juga meminjam-pakaikan 137 tandon air kepada masyarakat agar pasokan air bisa ditampung lebih lama.
Wilayah yang mengalami krisis air meliputi Aluh-Aluh, Astambul, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, Gambut, Karang Intan, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Mataraman, Sambung Makmur, Sungai Tabuk, dan Tatah Makmur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan kondisi ini harus diantisipasi sejak dini. Potensi musim kemarau berkepanjangan disebut menjadi ancaman serius apabila tidak ditangani cepat.
"Kita memang harus menyiapkan segera kalau terjadi kemarau panjang yang ekstrem," ujar Wasis, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau terjadi pada September dan diperkirakan berlanjut hingga Oktober bahkan November 2026. Kondisi ini juga meningkatkan potensi kebakaran lahan akibat menurunnya kelembaban tanah dan minimnya curah hujan.
"Publik kan memang perlu air bersih. Kalau tidak ada air tentu sangat sulit, baik untuk konsumsi maupun keperluan sehari-hari," katanya.
Wasis menjelaskan, kemarau panjang membuat sejumlah titik rawan muncul api. Namun, BPBD belum bisa memastikan adanya unsur kesengajaan dalam setiap kejadian kebakaran tanpa bukti yang kuat di lapangan.
Seluruh kejadian tetap ditangani sesuai prosedur. Distribusi air bersih saat ini terus diintensifkan sembari melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap masyarakat.