KOTABARU — Rangkaian Media Gathering yang digelar Selasa (25/8/2026) membuka ruang bagi awak media untuk meninjau langsung bagaimana dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan semen dikelola menjadi usaha produktif. Ketiga UMKM yang dikunjungi memiliki karakteristik berbeda, namun punya satu kesamaan: mampu bertahan dan memberi dampak langsung bagi warga sekitar.
Destinasi pertama adalah kelompok sapi perah yang telah beroperasi sejak 2012. Usaha ini menjadi salah satu program binaan tertua Indocement dan masih eksis hingga kini.
Iwanto, pengelola kelompok, menuturkan bahwa bantuan awal berupa pengajuan proposal dari warga kini telah berkembang menjadi sumber pendapatan tetap. Meski produksi sempat mengalami penurunan akibat faktor cuaca, usaha ini tidak surut.
"Dulu satu sapi bisa hasilkan sekitar 10 liter susu. Sekarang karena cuaca, turun jadi 5 sampai 7 liter," kata Iwanto.
Penurunan produksi tersebut tidak menyurutkan semangat para peternak. Keberadaan kelompok ini menjadi bukti bahwa pendampingan jangka panjang mampu menjaga roda ekonomi warga tetap berputar di tengah tantangan alam.
Masih di desa yang sama, UMKM Eko Print milik Sutarman menawarkan cerita berbeda. Usaha yang baru berjalan hampir dua tahun ini sudah mempekerjakan 12 warga Tegalrejo.
Keunggulan produknya terletak pada penggunaan pewarna alami yang berasal dari daun ketapang dan bakau. Motif yang dihadirkan pun khas, mengangkat corak Jati.
"Produk kami sudah tidak hanya di Kotabaru. Pemasarannya sudah sampai Surabaya," ujar Sutarman.
Selain kain batik, Eko Print juga mengembangkan produk turunan berupa kipas dan tumbler. Tempat produksinya sekaligus difungsikan sebagai lokasi pelatihan membatik bagi anak-anak, memastikan keterampilan ini tidak putus di generasi berikutnya.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Tegalrejo. Fasilitas ini menjadi bukti lain bahwa pengelolaan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja.
Keberadaan TPS3R ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar, sekaligus memberikan solusi atas persoalan sampah di tingkat desa.
Eva, perwakilan Indocement, menegaskan bahwa dukungan perusahaan kepada para binaan dimulai dari skala kecil hingga benar-benar memberdayakan masyarakat di sekitar. Kegiatan ini, kata dia, menunjukkan bahwa program CSR tidak hanya berhenti pada bantuan, tetapi menyentuh langsung perekonomian lapisan bawah.