KALIMANTAN SELATAN — Keputusan ini menempatkan Xiaomi sejajar dengan Apple, Samsung, dan Huawei yang lebih dulu mengadopsi chip rancangan sendiri untuk produk premium mereka. Bagi pengguna, langkah ini berpotensi menghadirkan optimasi perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih erat, sesuatu yang sulit dicapai saat masih bergantung pada chip dari Qualcomm atau MediaTek.
Xiaomi tidak hanya menyiapkan satu chip untuk perangkat barunya. Perusahaan mengonfirmasi akan memakai solusi tri-chip pada lini produk mendatang. Sistem ini terdiri dari Xring O3 sebagai System-on-Chip (SoC) utama, didampingi Xring O100 untuk akselerasi kecerdasan buatan (AI), dan Xring D100 yang juga berfokus pada pemrosesan AI.
Pendekatan multi-chip ini mirip dengan strategi yang dipakai Google pada Pixel atau Huawei pada Mate series, di mana tugas-tugas berat seperti pemrosesan gambar dan AI offload ke chip khusus. Hasilnya, beban kerja SoC utama berkurang dan efisiensi daya bisa lebih baik.
Xiaomi 18 Fold diposisikan sebagai penerus lini lipat andalan perusahaan. Dengan kehadiran Xring O3, Xiaomi dikabarkan ingin mengejar ketertinggalan dari Samsung Galaxy Z Fold series dan Huawei Mate X series yang sudah lebih dulu matang di segmen ini.
Belum ada detail resmi soal spesifikasi lengkap seperti ukuran layar, kapasitas baterai, atau konfigurasi kamera. Namun, pengumuman soal chip Xring O3 ini menjadi sinyal kuat bahwa Xiaomi serius membangun ekosistem perangkat keras sendiri. Untuk pasar Indonesia, kehadiran perangkat ini biasanya menyusul beberapa bulan setelah rilis China, dengan harga yang disesuaikan.
Bersamaan dengan 18 Fold, Xiaomi juga menyiapkan tablet flagship bernama Xiaomi Pad 9 Pro Max. Tablet ini akan menggunakan chipset Xring O3 yang sama, sebuah langkah berani mengingat segmen tablet premium biasanya masih mengandalkan chip Snapdragon 8 series.
Dengan chip yang sama, Xiaomi Pad 9 Pro Max berpotensi menjadi salah satu tablet Android tercepat di pasaran. Ini kabar baik bagi pengguna yang membutuhkan tablet untuk produktivitas berat, editing video, atau gaming. Namun, harga tablet dengan chip flagship biasanya tidak murah, dan ini akan menjadi tantangan tersendiri di pasar yang sudah dipenuhi iPad dan tablet Samsung.
Sampai saat ini, Xiaomi belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran. Perusahaan hanya menyebut jendela waktu September 2025 untuk pasar China. Informasi mengenai harga resmi dan ketersediaan global, termasuk Indonesia, juga masih simpang siur.
Yang jelas, September akan menjadi bulan yang sibuk bagi Xiaomi. Selain dua perangkat ini, perusahaan biasanya juga merilis produk lain seperti smartwatch atau TWS dalam acara peluncuran yang sama. Kita tunggu saja pengumuman resmi selanjutnya.