Wakil Bupati Balangan H Akhmad Fauzi mengajak masyarakat memperbanyak sholawat dan memakmurkan majelis ilmu di bulan Rabiul Awal. Momentum peringatan maulid nabi ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kemarau panjang yang melanda kabupaten tersebut.
BALANGAN — Peringatan maulid nabi di Kabupaten Balangan tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai tradisi seremonial tahunan. Wakil Bupati Balangan H Akhmad Fauzi menegaskan momen bulan Rabiul Awal menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneladani akhlak mulia dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Peringatan maulid nabi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani akhlak mulia dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," kata Fauzi di Balangan, Senin.
Di sela ajakan memperbanyak sholawat, Fauzi turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca kemarau panjang yang saat ini melanda wilayah Kalimantan Selatan.
Fauzi meminta warga berperan aktif menjaga lingkungan sekitar demi keselamatan dan kesehatan bersama. Langkah preventif dinilai penting mengingat dampak karhutla tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu kesehatan akibat polusi asap.
Lebih lanjut, Wabup Balangan menekankan pentingnya berpegang teguh pada ajaran Islam dengan meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, di tengah tantangan zaman, nilai-nilai kepemimpinan dan kesabaran Rasulullah menjadi pedoman yang relevan untuk diamalkan.
"Pada akhir zaman ini hanya sifat-sifat Nabi Muhammad lah yang perlu kita teladani, semoga kita semua bisa istiqomah dalam menjalankan sunnah nabi," ujar Fauzi.
Fauzi juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa agar diberikan keselamatan, sekaligus berharap musim kemarau segera berakhir dan digantikan musim penghujan.