Premier League Perketat Aturan Penalti untuk Berantas Aksi Tarik dan Dorong di Kotak Penalti

Penulis: Arif Budiman  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:14:31 WIB
Wasit Premier League menunjukkan kartu saat pertandingan menyusul instruksi baru untuk menindak tegas pelanggaran di kotak penalti.

KALIMANTAN SELATAN — Liga utama Inggris akan memulai musim baru dengan pendekatan baru dalam memimpin pertandingan. Kepala wasit Premier League, Howard Webb, menegaskan bahwa ofisial kini diperintahkan untuk lebih berani meniup peluit terhadap pelanggaran yang dianggap "non-footballing holding actions" atau aksi bertahan yang tidak berkaitan dengan permainan bola.

Aturan ini menyusul keluhan para manajer, termasuk David Moyes dari Everton, yang pada Februari lalu menyebut wasit enggan turun tangan dalam insiden di kotak penalti. Puncaknya, terjadi kekacauan saat gol West Ham dianulir melawan Arsenal pada Mei, di mana hingga lima pelanggaran potensial terjadi bersamaan.

Fokus pada Aksi Menghambat Pergerakan Lawan

Webb menjelaskan bahwa perubahan ini bukan mengubah aturan dasar, melainkan menekankan pada perilaku pemain. Kategori pelanggaran yang akan dihukum meliputi pemain yang hanya fokus pada lawan tanpa melihat bola, tidak berusaha memainkan bola, memegang lawan dengan kedua tangan, atau melakukan pegangan berkelanjutan yang berdampak signifikan.

"Kami mencoba membuat ofisial sepercaya mungkin untuk menghukum apa yang mereka lihat," ujar Webb. "Lebih sedikit peringatan, lebih banyak aksi yang dihukum."

Contoh Kasus yang Kini Masuk Kategori Pelanggaran

Dalam sesi sosialisasi ke klub-klub, para pemain diperlihatkan dua insiden yang musim lalu tidak dianggap pelanggaran namun kini akan berujung penalti. Pertama, aksi Keane Lewis-Potter dari Brentford yang bergulat dengan Tomas Soucek dari West Ham di tiang jauh. Kedua, Luke O'Nien dari Sunderland yang menarik Pascal Struijk dari Leeds United dengan lengan melingkari leher.

Webb juga mengakui bahwa beberapa situasi masih abu-abu dan memicu perdebatan sehat di antara pemain. Ia mencontohkan insiden Marc Guehi dari Crystal Palace yang dijatuhkan Bafode Diakite dari Bournemouth. Sebagian pemain menilai Guehi yang mencari kontak, sebagian lain menganggapnya pelanggaran jelas.

Batas Toleransi untuk Kiper dan Kontak Fisik

Meski lebih ketat, Premier League tidak akan seketat Piala Dunia 2022 yang memberikan perlindungan ekstra bagi kiper. Kontak fisik tetap dianggap bagian dari permainan, namun gerakan yang membatasi pergerakan lengan kiper—seperti yang dialami David Raya melawan West Ham—tetap akan dihukum.

Pro Ref, nama baru badan wasit Inggris, juga menyiapkan dokumen pra-pertandingan untuk setiap wasit. Dokumen ini berisi analisis cara bermain tim lawan, bukan untuk memengaruhi keputusan, melainkan membantu wasit mengidentifikasi potensi masalah sejak awal. "Ini memberi mereka kemungkinan lebih besar untuk melihat," kata Webb.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top