BANJARMASIN — Rombongan Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Agenda utamanya adalah mempelajari tata kelola limbah, terutama minyak jelantah dari industri kecil dan rumah tangga, yang berhasil ditransformasikan menjadi sektor usaha produktif di ibu kota.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kalsel, Firman Yusi, mengungkapkan bahwa hasil kunjungan justru memberikan gambaran yang lebih luas dari yang dibayangkan. Jakarta tidak hanya berhasil mengelola minyak jelantah, tetapi juga mengembangkan ekosistem industri hijau secara menyeluruh.
"Kata kunci yang kami lihat adalah kolaborasi yang nyata. Pemerintah DKI Jakarta membangun ekosistem dan platform kolaborasi sehingga tidak hanya pemerintah yang bekerja, tetapi juga swasta dan komunitas ikut terlibat dalam mendorong lahirnya industri hijau," ujar Firman dalam keterangannya, Selasa.
Menurut Firman, konsep industri hijau yang diterapkan Jakarta tidak terbatas pada satu jenis limbah. Pengelolaan berbagai macam sampah dan limbah lainnya berhasil dikonversi menjadi peluang bisnis yang memiliki nilai tambah ekonomi. Ia menilai pendekatan ini menarik untuk diadopsi di Kalsel.
"Kami melihat ini bisa menjadi benchmark yang menarik untuk dikembangkan di Kalsel. Dengan semangat Kalsel Bekerja, kita juga dapat membangun platform dan ekosistem kolaborasi yang mampu mendorong tercapainya tujuan pembangunan bersama, termasuk lahirnya industri hijau di daerah," pungkas anggota DPRD Kalsel dua periode itu.
Kepala Seksi Industri Kreatif dan Digital Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Nuzula Dhina, yang menerima langsung rombongan, menyambut baik studi banding tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi sarana saling berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antardaerah dalam mendorong industri berkelanjutan.
Nuzula mengakui, pihaknya juga mendapatkan wawasan baru dari Kalsel terkait potensi dan peluang pengembangan sektor industri di daerah. "Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Komisi II DPRD Kalsel. Melalui pertemuan ini kami juga mendapatkan informasi dan perspektif baru. Mudah-mudahan ada hal-hal positif yang bisa diambil dari hasil diskusi hari ini dan nantinya dapat diterapkan di Kalimantan Selatan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki daerah," tuturnya.