Kimi Antonelli Cetak Grand Slam Perdana di GP Monako, Hamilton Podium Lagi

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Senin, 08 Juni 2026 | 05:15:31 WIB
Kimi Antonelli raih grand slam pertama dan kemenangan kelima beruntun di GP Monako.

KALIMANTAN SELATAN — Monako menjadi panggung dominasi Kimi Antonelli akhir pekan lalu. Pebalap berusia 18 tahun itu tidak hanya meraih kemenangan kelima beruntun musim ini, tapi juga menyelesaikan grand slam pertamanya—pole position, memimpin setiap lap, dan fastest lap—sebuah pencapaian langka yang langsung mengukuhkannya sebagai pebalap termuda pemenang GP Monako.

Lewis Hamilton finis kedua untuk Ferrari dan kini naik ke posisi runner-up klasemen, menggeser rekan setimnya Charles Leclerc dan George Russell. Namun, akhir pekan Leclerc berakhir antiklimaks: ia menabrak tembok dan hanya mampu finis di posisi keenam dalam penilaian pengamat BBC Radio 5 Live, Harry Benjamin.

Antonelli Sempurna, Hamilton Terhambat Penalti

Harry Benjamin memberikan nilai 9,5 dari 10 untuk Antonelli. "Akhir pekan yang gemilang. Tidak pernah terlihat kewalahan dan tetap tenang saat restart balapan yang rumit dengan 10 lap tersisa," tulis Benjamin dalam laporannya.

Hamilton mendapat nilai 8,5. Pebalap tujuh kali juara dunia itu start dari baris kedua dan kecewa dengan hasil kualifikasi. "Pada akhirnya, ia tidak punya kecepatan cukup di Ferrari untuk menyaingi Antonelli, dan penalti yang tidak perlu nyaris menghancurkannya," ujar Benjamin.

Isack Hadjar Podium Perdana, Sergio Perez Bikin Blunder

Isack Hadjar menjadi cerita manis lainnya. Pebalap Red Bull itu bangkit dari kecelakaan di latihan Jumat dan finis ketiga berkat strategi tim yang brilian—nilai 8. Sebaliknya, Sergio Perez (Cadillac) mendapat nilai 2 setelah dua penalti karena posisi start yang salah, membuat timnya kehilangan poin perdana dan tetap terpuruk di dasar klasemen konstruktor.

"Yang lebih buruk, Alonso mewarisi poin itu, sehingga Cadillac menjadi yang terakhir di klasemen konstruktor akibatnya," tambah Benjamin.

Nasib Pebalap Lain: Gasly Terhambat, Leclerc Frustrasi

Pierre Gasly (Alpine) sempat berpeluang naik podium tetapi penalti speeding di pit lane merusak segalanya—nilai 7. Sementara Charles Leclerc, yang tampil cepat di Monako, hanya mendapat nilai 6. "Ini bukan akhir dongeng bagi Leclerc. Bahkan sebelum kecelakaan, ia tidak senang dengan tim Ferrari, baik soal rem maupun strategi pit," ungkap Benjamin.

Liam Lawson (Racing Bulls) tampil percaya diri dengan nilai 8, dibantu kekacauan bendera merah untuk mengamankan poin besar. Sebaliknya, Franco Colapinto (Alpine) dan Lance Stroll (Aston Martin) sama-sama bernilai 4, dengan Colapinto nyaris menabrak di Tikungan 1 dan terlibat insiden dengan Carlos Sainz.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top