BANJARBARU — Dua jembatan baru bernama Jembatan Merah Putih Presisi kini resmi beroperasi di Kota Banjarbaru. Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Banjarbaru, AKP Pius X Febry Aceng Loda, yang menandai selesainya pembangunan di dua titik strategis, yakni Kelurahan Guntung Manggis dan Kelurahan Guntung Paring.
Keberadaan jembatan ini menjawab kebutuhan mendesak warga akan akses yang lebih aman. Sebelumnya, jalur penghubung di kedua kelurahan tersebut kerap dikeluhkan karena kondisi rawan celaka, terutama saat musim hujan.
Jembatan pertama berada di lingkungan Kelurahan Guntung Manggis, sementara jembatan kedua melintasi area Kelurahan Guntung Paring. Keduanya dibangun dengan konstruksi beton bertulang yang dirancang untuk menahan beban kendaraan roda dua dan roda empat ringan.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, material yang digunakan pada Jembatan Merah Putih Presisi mengutamakan daya tahan dan keamanan. Proyek ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Polres Banjarbaru.
Warga di kedua kelurahan kini tidak perlu lagi khawatir melintasi jembatan kayu atau jalan setapak yang licin. Aktivitas sehari-hari seperti mengantar anak sekolah, pergi ke sawah, atau berdagang ke pasar menjadi lebih lancar dan aman.
“Selama ini kalau hujan, jalanan becek dan licin, apalagi kalau bawa motor. Sekarang sudah ada jembatan beton, kami merasa lebih tenang,” ujar seorang warga Guntung Manggis yang ditemui di lokasi.
Kapolres Banjarbaru, AKP Pius X Febry Aceng Loda, menyebut bahwa pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut serta dalam pembangunan daerah.
“Ini adalah Jembatan Merah Putih Presisi yang kami bangun bersama masyarakat. Harapannya, akses transportasi warga semakin baik dan angka kecelakaan bisa ditekan,” kata Kapolres saat peresmian.
Dengan diresmikannya dua jembatan ini, Polres Banjarbaru berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah kota dalam pembangunan infrastruktur dasar. Ke depannya, program serupa direncanakan untuk menjangkau kelurahan lain yang masih memiliki akses jalan terbatas.