BANJARMASIN — Puluhan atlet pelajar dari Kecamatan Banjarmasin Timur telah memasuki tahap akhir persiapan menjelang O2SN Kota Banjarmasin 2026. Target yang dibawa cukup tinggi: mempertahankan gelar juara umum yang sudah menjadi tradisi kecamatan ini dalam ajang bergengsi antar-pelajar se-Kota Banjarmasin.
Para atlet yang terdiri dari siswa SD dan SMP ini akan berlaga di delapan cabang olahraga. Beberapa di antaranya adalah atletik, bulu tangkis, pencak silat, dan renang. Mereka telah melalui seleksi ketat di tingkat kelurahan dan sekolah sebelum akhirnya masuk dalam tim inti kecamatan.
Kepala Seksi Pendidikan dan Olahraga Kecamatan Banjarmasin Timur, Ahmad Fauzi, mengatakan persiapan sudah berjalan sejak tiga bulan lalu. “Kami fokus pada peningkatan teknik dan mental bertanding. Target kami tidak hanya juara umum, tapi juga mencetak atlet yang bisa tembus ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Banjarmasin Timur tercatat sebagai juara umum O2SN Kota Banjarmasin dalam dua edisi terakhir. Capaian ini menjadi modal sekaligus tekanan tersendiri bagi para atlet dan pelatih. Tidak hanya soal kemenangan, mempertahankan gelar dinilai lebih sulit daripada merebutnya untuk pertama kali.
“Kami tidak ingin lengah. Lawan-lawan dari kecamatan lain juga melakukan persiapan matang. Apalagi O2SN tahun depan akan menjadi ajang seleksi untuk tingkat provinsi,” tambah Ahmad Fauzi.
Para atlet menjalani latihan rutin setiap sore di beberapa lokasi, seperti GOR Hasanuddin HM dan lapangan sepak bola Kelurahan Kuripan. Jadwal latihan dibagi per cabang olahraga dengan pelatih yang sudah berpengalaman di tingkat kota.
Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting. Beberapa orang tua bahkan turut mengantar jemput anak-anak mereka ke lokasi latihan setiap hari. “Semangat anak-anak luar biasa. Kami hanya mendukung dari belakang, yang penting mereka sehat dan fokus,” kata Siti Rahmah, orang tua salah satu atlet renang.
O2SN Kota Banjarmasin 2026 dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang. Seluruh kecamatan di Banjarmasin akan mengirimkan kontingen terbaiknya. Bagi Banjarmasin Timur, ajang ini bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan ajang pembuktian konsistensi pembinaan olahraga pelajar di tingkat kecamatan.
Ahmad Fauzi berharap prestasi ini bisa terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi pelajar lain di Banjarmasin Timur untuk aktif berolahraga. “Kami ingin olahraga menjadi bagian dari gaya hidup pelajar, bukan hanya untuk menang di lomba,” pungkasnya.