KALIMANTAN SELATAN — Presiden Prabowo Subianto berencana mengembangkan bensin berbahan batu bara setelah program biosolar B50 dinyatakan berhasil. Rencana ini disampaikan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Langkah tersebut menandai babak baru upaya Indonesia mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan mengembangkan bensin dari batu bara. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah menuntaskan program biosolar B50 yang memanfaatkan minyak sawit. Menurut Prabowo, kemampuan mengolah sumber daya alam sendiri menjadi kunci kedaulatan energi.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut Indonesia tidak kekurangan profesor dan orang pintar. Kolaborasi akademisi dari fakultas teknik membuat RI berhasil mencampur 50 persen minyak sawit menjadi fatty acid methyl ether (FAME) yang dikombinasikan dengan solar. Hasilnya, produk B50 resmi digunakan.
Pemerintah juga mendorong campuran 5 persen bioetanol dalam bensin menjadi E5. Prabowo tidak ingin berhenti di dua capaian itu. Ia menargetkan bensin dari batu bara sebagai terobosan berikutnya.
Klaim Hentikan Impor Solar
Prabowo menegaskan Indonesia telah menghentikan impor solar CN 48 per 1 Juli 2026. Keputusan itu diambil setelah implementasi biosolar B50 bagi kendaraan diesel berjalan.
"Saudara-saudara, kita juga mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri, solar kita sekarang sudah mandiri," ujar Prabowo.
Menurutnya, kondisi global justru sedang tidak menguntungkan. Pasokan solar dunia dilaporkan langka, sehingga negara yang masih bergantung impor berpotensi kesulitan meski memiliki anggaran.
"Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah kita sudah bisa produksi solar kita sendiri, dari mana? Dari kelapa sawit," kata dia.
Kelapa Sawit Disebut Tanaman Ajaib
Kepala Negara menyebut kelapa sawit sebagai tanaman ajaib atau the miracle crop. Dari komoditas itu, Indonesia bisa menghasilkan 57 produk turunan, mulai dari obat, sabun, hingga bahan bakar minyak.
"Dari tanaman yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita, yang saya katakan kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop," imbuh Prabowo.
Ia menilai peluang pemanfaatan sumber daya alam masih terbuka lebar. Namun, hasil akhirnya bergantung pada kualitas pemimpin dalam menjaga dan mengelola kekayaan tersebut.
"Tinggal pemimpin-pemimpin kita, handal atau tidak, cakap atau tidak, berpengetahuan luas atau tidak, berhati ikhlas atau tidak, bisa enggak kita jaga dan kelola segala kekayaan yang diberikan oleh Maha Kuasa kepada kita," tuturnya.
Tantangan ke Depan
Rencana bensin dari batu bara masih memerlukan kajian teknis dan investasi besar. Pemerintah belum merinci lokasi pabrik, teknologi yang dipakai, maupun target produksi. Namun, arah kebijakan sudah jelas: mengurangi impor bahan bakar dan memaksimalkan sumber daya domestik.
Bagi industri energi nasional, langkah ini berpotensi mengubah peta pasokan BBM dalam beberapa tahun mendatang. Keberhasilan B50 menjadi modal awal. Ujian sesungguhnya ada pada eksekusi bensin batu bara.