MOJOKERTO — PCNU Kabupaten Banjar tidak sekadar bertukar gagasan dalam kunjungan kerjanya ke PCNU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat (28/8/2026). Rombongan pengurus dari Kalimantan Selatan itu datang untuk mempelajari secara langsung bagaimana organisasi ini membangun kemandirian di tengah dinamika keumatan.
Studi tiru ini menjadi bagian dari upaya PCNU Banjar dalam memperkuat fondasi organisasi. Materi yang didalami mencakup penguatan struktur kepengurusan hingga strategi menggerakkan ekonomi warga melalui badan otonom dan lembaga di lingkungan NU.
Kemandirian Organisasi Jadi Fokus Utama
Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto menyambut langsung kedatangan rombongan PCNU Banjar. Ia memaparkan sejumlah program yang telah berjalan, termasuk pengelolaan aset dan pengembangan unit usaha yang menopang kegiatan organisasi.
Pengurus PCNU Banjar menyampaikan bahwa banyak hal yang bisa diadopsi dari pengalaman Mojokerto. Menurut mereka, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kegiatan seremonial, tetapi juga dari kemampuan mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan.
Silaturahmi untuk Perkuat Sinergi Antarwilayah
Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pengurus NU dari dua provinsi berbeda. Diskusi berlangsung hangat, mencakup persoalan kaderisasi, pendidikan, hingga peran NU dalam pembangunan masyarakat di tingkat kabupaten.
Rombongan PCNU Banjar berharap kunjungan ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Mereka menargetkan ada tindak lanjut nyata, terutama dalam menyusun peta jalan penguatan organisasi di Kabupaten Banjar setelah kembali ke Kalimantan Selatan.
Bagi PCNU Mojokerto, kunjungan ini menjadi pengakuan atas kerja-kerja pembinaan organisasi yang selama ini dilakukan. Mereka berharap sinergi antarcabang dapat terus terjalin untuk kemajuan NU secara nasional.