KALIMANTAN SELATAN — Kombinasi yang sudah lama dinantikan penggemar off-road akhirnya terwujud. Ram secara resmi meluncurkan Power Wagon 2500 dengan opsi mesin diesel Cummins 6,7 liter, menjawab permintaan pasar yang menginginkan truk off-road tangguh dengan mesin kompresi-ignisi. Paket ini tersedia dengan banderol mulai dari US$ 85.545 atau sekitar Rp 1,37 miliar (estimasi kurs Rp 16.000).
Keputusan ini menempatkan Ram sejajar dengan kompetitornya di segmen heavy-duty off-road. Ford Super Duty Tremor sudah lama menawarkan Power Stroke, sementara GM punya varian Duramax untuk ZR2 dan ATX4. Ram selama ini tertinggal karena Power Wagon mengandalkan mesin bensin Hemi, namun kini celah itu tertutup.
Winch Dikorbankan demi Mesin Diesel
Alasan utama diesel tidak pernah hadir di Power Wagon sebelumnya bukanlah ruang mesin, melainkan masalah pendinginan. Winch standar yang menjadi ciri khas Power Wagon menghalangi aliran udara ke radiator, sehingga Ram harus memilih salah satu. Hasilnya, winch dilepas untuk memberi jalan bagi mesin diesel.
Keputusan ini bisa berubah jika para insinyur Ram menemukan cara merombak tata letak pipa pendingin. Namun untuk saat ini, konsumen yang menginginkan diesel harus rela kehilangan fitur winch bawaan tersebut.
Performa Mesin dan Kemampuan Off-Road
Paket diesel Cummins ini dibanderol US$ 12.995 atau sekitar Rp 207 juta. Untuk harga tersebut, pemilik mendapatkan mesin 6,7 liter turbocharged inline-six dengan tenaga 430 dk dan torsi 1.075 lb-ft. Sistem DEF (Diesel Exhaust Fluid) juga termasuk dalam paket ini, bersama rasio gardan 3.42:1 dan GVWR lebih dari 11.000 pon.
Meski kehilangan winch, Power Wagon tetap mempertahankan perlengkapan off-road andalannya. Pengunci diferensial depan dan belakang, sakelar pemutus stabilizer, serta ban 34 inci dari pabrik masih tersedia. Hasilnya, ground clearance mencapai 13,2 inci dengan sudut approach 26,1 derajat, sudut departure 26 derajat, dan breakover 20,6 derajat.
Kesan Berkendara: Halus di Jalan Raya, Bertenaga Saat Dibutuhkan
Pengalaman mengemudi Power Wagon diesel terbilang menyenangkan. Mesin Cummins yang besar justru terasa santai saat digunakan untuk melaju dari satu lampu merah ke lampu merah berikutnya. Tidak ada kesan mesin yang tertahan atau enggan diajak kompromi—semua permintaan pengemudi dijawab dengan mulus.
Saat pedal gas diinjak penuh, seluruh torsi 1.075 lb-ft langsung menekan punggung. Satu-satunya hal yang hilang adalah suara khas V8 Hemi yang menggelegar. Sebagai gantinya, pemilik mendapat suara diesel yang lebih datar namun tetap berkarakter.
Menariknya, truk ini tidak terasa sebesar yang dibayangkan. Meski merupakan model 2500 dengan sasis heavy-duty, Power Wagon diesel menyembunyikan bobotnya dengan baik. Sistem pengereman juga terasa lebih dari cukup—nilai plus bagi pembeli truk yang kerap membawa beban berat.
Kompromi yang Masuk Akal
Daya tarik utama Power Wagon memang selalu pada kemampuannya melakukan banyak hal. Namun truk serba bisa biasanya datang dengan kompromi. Duallies dengan kapasitas angkut dan tarik maksimal cenderung keras saat kosong, tapi Power Wagon tidak seekstrem itu. Kapasitas tarik maksimalnya 19.630 pon—sedikit di bawah angka tertinggi untuk model 2500—sebuah trade-off yang wajar.
Ram memberlakukan batas harga yang sejalan dengan kompetitor di kelasnya. Dengan harga yang bisa menembus enam digit dolar untuk semua opsi, istilah "nilai" menjadi sangat subjektif di segmen ini. Namun bagi mereka yang selama ini menunda membeli Power Wagon karena hanya tersedia mesin bensin, tunggangan yang dinantikan akhirnya tiba.