Pencarian

Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, 1.288 Tewas Sejak Oktober dan Serangan Terbaru Tewaskan Dua Anak

Selasa, 25 Agustus 2026 • 10:38:01 WIB
Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, 1.288 Tewas Sejak Oktober dan Serangan Terbaru Tewaskan Dua Anak
Jenazah Amal Nashat Abu Khater (10) dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah tewas dalam serangan Israel di Khan Younis, Gaza.

KALIMANTAN SELATAN — Serangan terbaru Israel di Jalur Gaza kembali menambah daftar panjang pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang rapuh. Korban jiwa termuda, Amal Nashat Abu Khater (10), tewas setelah pasukan Israel menembaki permukiman dan tenda pengungsi di Khan Younis. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Nasser, sementara dua warga lainnya dirawat akibat luka tembak.

Di Deir al-Balah, Gaza tengah, dua bersaudara Mohammed Abdul Nasser Abu Asad (27) dan Ibrahim Abdel Nasser Abu Asad (24) meninggal dunia. Mereka menjadi korban serangan drone yang menghantam tenda pengungsi di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Sementara itu, seorang anak lainnya tewas dalam serangan udara di Kamp Pengungsi Bureij yang juga melukai ibu dan saudara perempuannya.

Infrastruktur Sipil Hancur, Fasilitas Air Bersih Jadi Sasaran

Serangan tidak hanya menyasar warga sipil. Pesawat tempur Israel menghancurkan ruang salat yang terhubung dengan Masjid Abu Salim dan Mushala Asqalan di Kamp Pengungsi Shati, Kota Gaza. Sebuah fasilitas desalinasi air di kawasan Sheikh Radwan, Gaza utara, juga dihantam hingga hancur, memutus akses air bersih bagi warga yang mengungsi di sekitarnya.

Kendaraan lapis baja Israel juga melepaskan tembakan ke kawasan Satr di Khan Younis, melukai sedikitnya tiga orang. Saksi mata melaporkan tembakan artileri dan senjata berat masih terus diarahkan ke tenda-tenda pengungsi di Khan Younis serta wilayah Abu Rashid di selatan Kamp Pengungsi Al-Maghazi.

Krisis Kemanusiaan Memburuk, Bantuan Jauh dari Target

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat Israel telah melakukan 4.379 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata sejak Oktober 2025. Angka ini berbanding lurus dengan memburuknya krisis kemanusiaan. Hingga Senin, hanya 66.607 truk bantuan yang berhasil masuk ke Jalur Gaza, jauh di bawah target 189.000 truk yang disepakati.

Pembukaan perbatasan Rafah juga belum berjalan optimal. Israel baru mengizinkan 11.759 orang keluar dari Gaza, padahal hampir 29.800 warga dijadwalkan dapat meninggalkan wilayah tersebut. Pemerintah Gaza mendesak Mesir, Qatar, dan Turki selaku mediator untuk menekan Israel agar menjalankan seluruh ketentuan kesepakatan.

Korban Perang Tembus 73 Ribu Jiwa

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan rumah sakit menerima dua jenazah dan 32 korban luka dalam 24 jam terakhir. Sejak gencatan senjata diberlakukan, total korban tewas mencapai 1.288 orang dan 4.290 lainnya terluka. Tim penyelamat juga telah mengevakuasi 813 jenazah dari reruntuhan bangunan yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.

Secara keseluruhan, perang di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan 73.422 warga Palestina meninggal dunia dan 174.401 orang terluka. Otoritas kesehatan Gaza menyatakan banyak korban masih tertimbun di bawah puing-puing, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran total.

Sumber medis di Rumah Sakit Nasser juga melaporkan tiga warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam serangan beberapa hari sebelumnya. Dua di antaranya terluka dalam serangan di Khan Younis pada Minggu dan Rabu lalu, sementara satu pria lainnya meninggal akibat luka serius saat sebuah kafe di Kota Gaza diserang pekan lalu—insiden yang menewaskan delapan orang dan melukai 14 lainnya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks