TANJUNG — Lima agenda utama mewarnai dinamika ekonomi dan kesejahteraan rakyat (kesra) di Kalimantan Selatan pada Rabu (5/8). Berbagai inisiatif ini menyasar kebutuhan pangan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, hingga iklim investasi daerah.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu program yang berjalan di Desa Bangkiling. Inisiatif ini melibatkan kios pangan lokal untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap terjangkau bagi warga.
Perizinan Prima Jadi Andalan Daya Saing Investasi Banjarbaru
Di sisi lain, Kota Banjarbaru memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi. Pemerintah setempat menggencarkan layanan perizinan prima untuk menarik minat investor.
Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Dengan layanan yang cepat dan transparan, diharapkan modal masuk semakin deras dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Literasi Kebencanaan Digencarkan di Kabupaten Banjar
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana. Penekanan pada literasi kebencanaan dinilai krusial untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana alam.
Dengan edukasi yang masif, masyarakat diharapkan tidak hanya tanggap saat terjadi bencana, tetapi juga mampu melakukan mitigasi sejak dini. Hal ini menjadi modal penting untuk meminimalkan korban dan kerugian materi.
Target Daur Ulang Sampah di Tapin Mencapai 40 Ton per Hari
Kabupaten Tapin memasang target ambisius dalam pengelolaan lingkungan. Pemerintah setempat menargetkan daur ulang sampah sebanyak 40 ton per hari.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Program ini juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi baru dari pengolahan sampah.
Penghargaan Sekolah Sehat Diberikan di Hulu Sungai Utara
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) menyerahkan penghargaan Sekolah Sehat kepada sejumlah institusi pendidikan di wilayahnya. Pemberian apresiasi ini bertujuan untuk mendorong terciptanya lingkungan belajar yang bersih dan sehat.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Sekolah yang sehat diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih produktif dan berkualitas.
Kelima agenda tersebut mencerminkan sinergi pembangunan yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan, baik dari aspek ketahanan pangan, pendidikan, lingkungan, hingga pertumbuhan ekonomi.