Pencarian

6.691 Hektare Sawah di Kalimantan Selatan Terdampak Kekeringan, BPTPH Catat 1,3 Hektare Puso

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:07:31 WIB
6.691 Hektare Sawah di Kalimantan Selatan Terdampak Kekeringan, BPTPH Catat 1,3 Hektare Puso
Petugas memeriksa kondisi lahan sawah yang mengering akibat kekeringan di Kalimantan Selatan.

BANJARBARU — Ribuan hektare sawah di Kalimantan Selatan mulai mengering di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Data BPTPH Kalsel per 31 Juli 2026 mencatat 6.691 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan, dan 1,3 hektare di antaranya telah dipastikan puso.

Angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring intensitas panas yang masih tinggi. BPTPH Kalsel menyebut pihaknya kini bergerak memperkuat mitigasi agar petani tidak mengalami kerugian lebih besar.

Mengapa Lahan Sawah Cepat Kering di Musim Ini?

Kepala BPTPH Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa kekeringan tahun ini terbilang lebih cepat meluas dibandingkan pola musim kemarau biasanya. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya debit air di sejumlah saluran irigasi yang menjadi andalan petani.

Beberapa wilayah yang paling terdampak adalah sentra produksi padi di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tapin. Petani di daerah tersebut kesulitan mendapatkan air untuk mengolah sawahnya.

Langkah Mitigasi yang Disiapkan BPTPH

BPTPH Kalsel tidak tinggal diam. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk meminimalkan dampak kekeringan, antara lain:

  • Melakukan pemantauan berkala ke daerah-daerah rawan kekeringan
  • Mengoptimalkan pompanisasi untuk menyedot air dari sumber-sumber yang masih tersedia
  • Mendorong petani menanam varietas padi yang lebih tahan kering
  • Mengatur pola tanam agar tidak bertabrakan dengan puncak kemarau

Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan dinas pertanian kabupaten/kota agar penanganan di lapangan lebih cepat dan tepat sasaran.

Puso 1,3 Hektare: Kerugian yang Terus Dipantau

Dari total lahan terdampak, sekitar 1,3 hektare dipastikan puso alias gagal panen. Meski angkanya masih kecil dibandingkan total keseluruhan, BPTPH tetap memantau perkembangannya setiap pekan.

Jika kemarau berlanjut, risiko meluasnya puso menjadi ancaman nyata bagi produksi beras di provinsi yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ini. Para penyuluh pertanian pun diterjunkan untuk mendampingi petani di lapangan.

Saat ini, BPTPH Kalsel berharap para petani segera melaporkan kondisi lahannya masing-masing agar penanganan dapat dilakukan lebih dini. Dengan begitu, potensi gagal panen bisa ditekan semaksimal mungkin.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: redaksi8.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks