BANJARBARU — Ribuan hektare sawah di Kalimantan Selatan mulai mengering di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Data BPTPH Kalsel per 31 Juli 2026 mencatat 6.691 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan, dan 1,3 hektare di antaranya telah dipastikan puso.
Angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring intensitas panas yang masih tinggi. BPTPH Kalsel menyebut pihaknya kini bergerak memperkuat mitigasi agar petani tidak mengalami kerugian lebih besar.
Mengapa Lahan Sawah Cepat Kering di Musim Ini?
Kepala BPTPH Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa kekeringan tahun ini terbilang lebih cepat meluas dibandingkan pola musim kemarau biasanya. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya debit air di sejumlah saluran irigasi yang menjadi andalan petani.
Beberapa wilayah yang paling terdampak adalah sentra produksi padi di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tapin. Petani di daerah tersebut kesulitan mendapatkan air untuk mengolah sawahnya.
Langkah Mitigasi yang Disiapkan BPTPH
BPTPH Kalsel tidak tinggal diam. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk meminimalkan dampak kekeringan, antara lain:
- Melakukan pemantauan berkala ke daerah-daerah rawan kekeringan
- Mengoptimalkan pompanisasi untuk menyedot air dari sumber-sumber yang masih tersedia
- Mendorong petani menanam varietas padi yang lebih tahan kering
- Mengatur pola tanam agar tidak bertabrakan dengan puncak kemarau
Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan dinas pertanian kabupaten/kota agar penanganan di lapangan lebih cepat dan tepat sasaran.
Puso 1,3 Hektare: Kerugian yang Terus Dipantau
Dari total lahan terdampak, sekitar 1,3 hektare dipastikan puso alias gagal panen. Meski angkanya masih kecil dibandingkan total keseluruhan, BPTPH tetap memantau perkembangannya setiap pekan.
Jika kemarau berlanjut, risiko meluasnya puso menjadi ancaman nyata bagi produksi beras di provinsi yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ini. Para penyuluh pertanian pun diterjunkan untuk mendampingi petani di lapangan.
Saat ini, BPTPH Kalsel berharap para petani segera melaporkan kondisi lahannya masing-masing agar penanganan dapat dilakukan lebih dini. Dengan begitu, potensi gagal panen bisa ditekan semaksimal mungkin.