Pencarian

5 Tempat Wisata Hits di Kalimantan Selatan yang Lagi Viral untuk Dikunjungi

Minggu, 02 Agustus 2026 • 09:49:01 WIB
5 Tempat Wisata Hits di Kalimantan Selatan yang Lagi Viral untuk Dikunjungi
Kabut pagi menyelimuti hamparan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan, terlihat dari titik view deck di ketinggian menengah.

Banjarbaru dan Banjarmasin belakangan ini tidak hanya ramai oleh aktivitas tambang dan perdagangan. Geliat wisata alam di Kalimantan Selatan justru tumbuh dari tempat-tempat yang sebelumnya cuma dikenal warga lokal sebagai lokasi berkebun atau jalur sungai harian. Kabut pagi di pegunungan Meratus, misalnya, kini jadi buruan fotografer dari berbagai kota.

Artikel ini membahas lima destinasi yang namanya sering muncul di linimasa media sosial dan kolom pencarian Google. Fokus utamanya adalah pengalaman langsung di lapangan, bukan sekadar daftar nama—termasuk bagaimana aksesnya, kapan waktu terbaik datang, dan apa yang perlu disiapkan sebelum berangkat.

1. Pesona Kabut di Puncak Gunung Meratus

Kawasan Pegunungan Meratus yang membentang di sebelah timur Kalimantan Selatan memang sudah lama jadi incaran pendaki. Namun yang viral belakangan bukan puncak tertingginya, melainkan titik-titik view deck di ketinggian menengah yang bisa diakses dengan motor matic. Dari sini, hamparan lautan awan terlihat jelas saat matahari terbit.

Beberapa titik yang sering disebut warga adalah area sekitar Desa Loksado dan perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jalannya menanjak berkelok dengan sebagian aspal mulus dan sebagian lagi batu pecah. Waktu terbaik untuk mengejar kabut adalah pukul 05.30 sampai 07.00 pagi, jadi disarankan berangkat sebelum subuh dari pusat kota.

2. Susur Sungai di Desa Loksado dengan Bambu

Desa Loksado di Hulu Sungai Selatan terkenal dengan arung jeramnya, tapi yang sedang naik daun adalah wisata susur sungai memakai rakit bambu tradisional. Aktivitas ini berbeda dari sekadar naik perahu—rakit dikendalikan warga lokal dengan galah panjang, melewati jeram-jeram kecil di antara tebing hijau.

Perjalanan menyusuri Sungai Amandit ini biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam tergantung debit air. Kalau musim kemarau, airnya jernih dan tenang, cocok untuk pemula. Namun setelah hujan deras, arusnya cukup menantang. Sebaiknya tanyakan kondisi cuaca kepada pemandu di desa sebelum memutuskan turun ke sungai.

3. Keindahan Air Terjun di Kaki Pegunungan

Air terjun di Kalimantan Selatan tersebar di banyak kabupaten, dan beberapa di antaranya sedang ramai dibagikan pengguna media sosial karena airnya yang biru kehijauan. Lokasinya biasanya berada di perkebunan karet atau hutan produksi, sehingga pengunjung perlu berjalan kaki 10-20 menit dari area parkir.

Yang perlu dicatat, fasilitas di lokasi-lokasi ini masih sederhana. Beberapa hanya punya warung kecil dan toilet seadanya. Bawalah bekal sendiri dan jangan meninggalkan sampah—sebagian besar lokasi dikelola oleh pemuda desa setempat yang menjaga kebersihan secara sukarela.

4. Pasar Terapung di Banjarmasin yang Tak Pernah Sepi

Pasar Terapung Lok Baintan dan Muara Kuin memang bukan tempat baru, tapi daya tariknya tidak pernah pudar. Aktivitas jual beli di atas kelotok (perahu tradisional) dimulai sekitar pukul 06.00 pagi dan berlangsung hingga pukul 09.00. Para pedagang menjual hasil kebun seperti pisang, kasturi, dan sayur mayur langsung dari perahunya.

Untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana otentik, sewa kelotok dari dermaga dekat Menara Pandang Banjarmasin. Perjalanan menyusuri Sungai Martapura memakan waktu sekitar 30 menit. Datanglah lebih awal karena aktivitas pasar mulai berkurang setelah pukul 08.30.

5. Bukit-Bukit Savana di Kawasan Timur Kalsel

Di bagian timur Kalimantan Selatan, tepatnya di daerah perbatasan dengan Kalimantan Timur, terdapat hamparan savana yang kerap disebut warga sebagai "Negeri di Atas Awan". Lahan terbuka ini dulunya area bekas tambang yang direklamasi dan kini ditumbuhi rerumputan hijau. Pemandangannya kontras dengan hutan lebat di sekitarnya.

Akses menuju lokasi ini cukup jauh, sekitar 3-4 jam berkendara dari Banjarbaru. Jalan beraspal hingga pintu masuk, lalu dilanjutkan dengan jalan tanah yang bisa dilalui mobil ber-ground clearance tinggi. Spot ini paling fotogenik saat musim kemarau antara Juni dan September ketika rumput menguning dan langit cerah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik berkunjung ke tempat wisata alam di Kalimantan Selatan?
Musim kemarau antara Juni dan September adalah waktu paling ideal. Debit sungai stabil, jalur menuju pegunungan tidak licin, dan kabut pagi lebih sering muncul dibanding musim hujan.

Apakah tempat-tempat ini aman untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Kalsel?
Relatif aman jika mengikuti aturan dasar: jangan berenang di sungai berarus deras, gunakan alas kaki yang nyaman untuk medan berbatu, dan selalu informasikan rencana perjalanan ke penginapan atau pemandu lokal.

Berapa biaya masuk ke tempat wisata tersebut?
Sebagian besar lokasi memungut biaya retribusi yang bervariasi dan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya siapkan uang tunai dalam pecahan kecil dan konfirmasi langsung ke petugas di lokasi.

Bagaimana cara menuju lokasi-lokasi ini menggunakan transportasi umum?
Untuk Loksado dan Banjarmasin, tersedia angkutan umum dari terminal. Namun untuk destinasi di pegunungan dan savana, transportasi umum sangat terbatas—disarankan menyewa mobil atau motor di Banjarbaru.

Apa yang harus dibawa saat mengunjungi wisata alam di Kalsel?
Bawa air minum minimal 1,5 liter, jas hujan lipat, obat anti nyamuk, dan power bank. Sinyal seluler di area pegunungan sering hilang, jadi unduh peta offline sebelum berangkat.

Kalimantan Selatan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari Bali atau Lombok—lebih dekat dengan keseharian warga dan alam yang masih perawan. Kuncinya adalah datang dengan persiapan matang dan ekspektasi yang realistis. Jangan ragu bertanya kepada warga sekitar; mereka biasanya tahu kondisi terkini jalur dan cuaca yang tidak tercantum di media sosial.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks