Pencarian

Empat Helikopter Dikerahkan untuk Karhutla Kalsel, Dua Unit Water Bombing Digeser ke Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 20:17:01 WIB
Empat Helikopter Dikerahkan untuk Karhutla Kalsel, Dua Unit Water Bombing Digeser ke Kalbar dan Kalteng
Empat helikopter dikerahkan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Selatan, dengan dua unit water bombing dialihkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

BANJARBARU — Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Selatan terus diperkuat lewat jalur darat dan udara. Selain mengoperasikan armada helikopter, BPBD Kalsel juga menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi jika kondisi awan mendukung.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB masih memberikan dukungan penuh sarana dan prasarana untuk penanganan bencana asap di wilayahnya.

Dua Unit Helikopter Water Bombing Digeser ke Provinsi Tetangga

"Sementara ini helikopter ada empat unit, terdiri dari satu unit untuk patroli dan tiga unit water bombing," ujarnya, Sabtu (01/08/2026).

Meski demikian, Ronny menjelaskan jumlah armada pemadam udara yang beroperasi saat ini memang berkurang. Sebagian unit diterbangkan untuk membantu daerah yang kondisi karhutlanya lebih kritis.

"Satu unit dibantu ke Kalbar, dan satu unit lagi digeser ke Kalteng, sehingga sementara tersisa dua water bombing. Tapi apabila kami membutuhkan tambahan, akan segera digeser kembali ke Kalsel," jelasnya.

Bantuan Logistik BNPB: Mesin dan Selang untuk Pemadaman Darat

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik dan peralatan. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung kerja regu pemadam di titik-titik api yang sulit dijangkau armada udara.

"Logistik dan peralatan juga kita mendapat bantuan dari BNPB berupa mesin, selang, dan lain-lain," ungkap Ronny.

OMC Dihentikan Sementara, BPBD Tunggu Kondisi Awan

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sebelumnya dijalankan untuk memicu hujan buatan, untuk sementara dihentikan. Penghentian ini berdasarkan evaluasi BMKG yang menilai sebaran awan di langit Kalsel mulai tipis dan tidak memenuhi syarat untuk penyemaian.

"Sementara dihentikan karena pertimbangan dari BMKG bahwa sebaran awan sudah mulai tipis. Untuk menjaga efisiensi dan efektivitas, sementara OMC kita hentikan," tuturnya.

Kendati dihentikan, Ronny memastikan OMC tetap menjadi opsi utama jika dinamika cuaca berubah. Pihaknya akan segera menggelar operasi tersebut apabila potensi awan hujan dinilai cukup untuk disemai.

"Bisa dilakukan apabila kondisi awan yang akan disemai cukup. Jadi semuanya tergantung dinamika di lapangan. Kalau memang awannya memadai untuk disemai, kita akan laksanakan OMC," pungkasnya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartabanjar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks