KALIMANTAN SELATAN — Setelah sembilan bulan menahan diri, wajar kalau Bunda sudah tidak sabar ingin menyantap sushi dan sashimi kesukaan. Apalagi menu segar ini sering terbayang saat masa pantang. Tapi, apakah aman untuk langsung dikonsumsi setelah melahirkan?
Kenapa Ibu Nifas Perlu Lebih Waspada?
Pada masa nifas, sistem kekebalan tubuh ibu belum pulih sepenuhnya. Proses melahirkan yang menguras energi membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Kondisi ini berbeda dengan saat hamil, di mana risiko toksoplasmosis dari makanan mentah sudah sering diingatkan.
Makanan mentah seperti ikan pada sushi dan sashimi berpotensi membawa bakteri atau parasit. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah bakteri Listeria monocytogenes. Infeksi listeria pada ibu menyusui bisa menyebabkan demam, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan yang bisa menular ke bayi melalui ASI.
Boleh Saja, Tapi Ada Syaratnya
Kabar baiknya, ibu menyusui tetap bisa menikmati sushi dan sashimi. Kuncinya ada pada pemilihan bahan baku dan higienitas pengolahan. Ikan yang digunakan harus benar-benar segar dan berasal dari sumber terpercaya, seperti restoran Jepang bereputasi baik yang menerapkan standar sashimi-grade.
Proses pembekuan ikan pada suhu ekstrem (minus 20 derajat Celsius selama beberapa hari) mampu membunuh sebagian besar parasit. Namun, metode ini tidak menjamin 100% aman dari bakteri. Oleh karena itu, pastikan restoran yang Bunda pilih memiliki reputasi bersih dan menangani makanan mentah dengan prosedur yang ketat.
Alternatif Lebih Aman untuk Ibu Menyusui
Jika masih ragu, Bunda bisa memilih sushi dengan isian matang. Pilihan seperti sushi dengan isian telur (tamago), udang rebus (ebi), atau sayuran (kappamaki) sama lezatnya dan jauh lebih minim risiko. Sashimi pun bisa diganti dengan tataki, yaitu ikan yang permukaannya dibakar sebentar.
Untuk varian California roll yang menggunakan daging kepiting imitasi, sebenarnya sudah melalui proses pemasakan. Namun, tetap perhatikan bahan pelengkap lain seperti mayones atau krim keju yang mungkin sudah lama berada di suhu ruang.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Makan Sushi?
Tidak ada patokan waktu pasti yang berlaku untuk semua ibu. Hal ini sangat bergantung pada kondisi pemulihan masing-masing. Sebagai panduan umum, tunggulah hingga luka persalinan (baik pervaginam maupun sesar) benar-benar sembuh dan Bunda merasa fit kembali, biasanya sekitar 4-6 minggu setelah melahirkan.
Jika Bunda mengalami gejala seperti demam, diare, atau muntah setelah mengonsumsi sushi, segera hentikan dan konsultasikan dengan dokter. Lebih baik menunda dulu keinginan makan sushi daripada harus mengalami komplikasi kesehatan yang bisa mengganggu perawatan si kecil.
Pada akhirnya, keputusan tetap di tangan Bunda. Mendengarkan sinyal tubuh dan berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan adalah langkah paling bijak. Ingat, masa nifas adalah fase pemulihan yang penting untuk kesehatan Bunda dan produksi ASI yang optimal. Nikmati sushi favorit dengan cerdas dan penuh kesadaran.