BANJARMASIN — Ahmad Hafi dan Muhammad Rifki, dua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Poliban, pulang dengan membawa gelar juara setelah bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hafi berhasil merebut juara 1 pada kategori GTAW Kelas Kompeten, sementara Rifki menempati posisi juara 3 di kategori GTAW Kelas Advance.
Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) yang mereka kuasai merupakan teknik pengelasan presisi tinggi yang banyak digunakan di industri perkapalan dan manufaktur. Kemampuan ini menjadi nilai tambah bagi lulusan vokasi di era industri saat ini.
Kategori Kompetisi dan Tingkat Kesulitan
Dalam NWC 2026, peserta tidak hanya diuji pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas hasil las yang sesuai standar internasional. Kategori Kelas Kompeten yang diikuti Hafi diperuntukkan bagi mahasiswa yang sudah memiliki pengalaman dan sertifikasi dasar, sedangkan Kelas Advance merupakan level tertinggi dengan tingkat kesulitan lebih kompleks.
Kemenangan di kategori Advance menunjukkan bahwa Muhammad Rifki mampu bersaing di level yang lebih tinggi, mengalahkan peserta dari kampus-kampus besar di Pulau Jawa.
Dukungan Kampus untuk Talenta Vokasi
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Kalimantan Selatan mampu melahirkan tenaga terampil yang diakui secara nasional. Poliban selama ini dikenal memiliki program pengelasan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, termasuk industri perkapalan dan pertambangan yang menjadi sektor unggulan di Kalsel.
Pihak kampus menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua mahasiswanya. Mereka berharap prestasi ini bisa memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengasah keterampilan teknis dan berani tampil di kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Dampak bagi Industri dan Mahasiswa Lain
Kemenangan di ajang seperti NWC biasanya menjadi portofolio berharga saat lulusan mencari kerja di industri perkapalan, migas, atau konstruksi baja. Sertifikat dan pengalaman kompetisi sering menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam merekrut tenaga ahli pengelasan.
Bagi Poliban, torehan ini juga memperkuat posisi mereka sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia Timur dalam bidang teknik dan manufaktur.