Pencarian

Persiapan Road Trip Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Jauh Lebih Rumit dari Mobil Bensin

Senin, 06 Juli 2026 • 14:42:01 WIB
Persiapan Road Trip Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Jauh Lebih Rumit dari Mobil Bensin
Pengemudi mobil listrik harus merencanakan pengisian daya dengan cermat untuk perjalanan jarak jauh.

KALIMANTAN SELATAN — Mobil listrik memang nyaman dipakai di dalam kota atau untuk perjalanan pendek. Namun, ketika Anda berencana menempuh rute lintas provinsi, karakter mobil listrik berubah total. Bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga ketersediaan stasiun pengisian dan waktu tunggu yang jauh berbeda dibandingkan mengisi bensin.

Logistik Pengisian Daya yang Berbeda Total

Mengemudi mobil listrik untuk jarak jauh bukan sekadar menyetir dari titik A ke titik B. Anda harus menghitung secara detail di mana dan kapan akan mengisi daya. Berbeda dengan mobil bensin yang tinggal mampir ke pompa terdekat, pengisian mobil listrik membutuhkan waktu minimal 20-30 menit untuk fast charging, atau berjam-jam jika menggunakan pengisi daya lambat.

Rute perjalanan pun harus disesuaikan dengan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Jika di jalan tol Jawa masih relatif banyak, lain cerita di jalur alternatif atau luar Jawa. Risiko mogok di tengah jalan karena kehabisan daya sangat nyata jika perencanaan hanya dilakukan secara instan.

Mengubah Kebiasaan dan Mental Berkendara

Perjalanan jauh dengan mobil listrik memaksa pengemudi mengadopsi gaya berkendara yang lebih efisien. Akselerasi mendadak dan kecepatan tinggi di atas 120 km/jam akan menguras baterai jauh lebih cepat. Pengemudi harus belajar untuk melaju dengan kecepatan konstan dan memanfaatkan fitur regenerasi pengereman semaksimal mungkin.

Selain itu, Anda harus siap dengan skenario terburuk: antrean di SPKLU saat musim liburan atau pengisi daya yang rusak. Membawa kabel cadangan dan aplikasi pemantau SPKLU real-time menjadi perlengkapan wajib, bukan sekadar aksesori tambahan.

Rekomendasi Sebelum Berangkat

Sebelum memulai perjalanan, pastikan baterai terisi penuh dan rencanakan pemberhentian setiap 150-200 km untuk mengisi ulang. Cek juga kondisi aplikasi navigasi yang terintegrasi dengan data SPKLU. Jangan andalkan satu titik pengisian saja; siapkan setidaknya dua alternatif lokasi pengisian di setiap segmen perjalanan.

Bagi pemilik EV di Indonesia, perjalanan jarak jauh masih menjadi tantangan tersendiri. Meski jaringan SPKLU terus bertambah, disiplin perencanaan tetap menjadi kunci utama agar perjalanan Anda tidak berakhir di pinggir jalan menunggu derek.

Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks