KALIMANTAN SELATAN — Kemenangan comeback ini menyelamatkan Brasil dari mimpi buruk tersingkir lebih awal. Jepang, yang sudah unggul sejak babak pertama, harus kembali merasakan pahitnya kekalahan di laga gugur Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Gol Bunuh Diri Casemiro di Babak Pertama
Jepang memimpin lebih dulu lewat Kaishu Sano pada menit ke-29. Gelandang Jepang itu memanfaatkan kesalahan umpan Danilo, lalu dengan mudah melewati Casemiro sebelum melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Brasil.
Sebelum gol itu, Sano nyaris diusir wasit. Ia sudah mengantongi kartu kuning dan melakukan tekel keras pada Matheus Cunha, namun wasit memutuskan tidak memberikan pelanggaran.
Casemiro Tebus Dosa, Vinicius Jr Hantam Tiang
Casemiro langsung menebus kesalahannya di babak kedua. Pada menit ke-53, ia sempat gagal memanfaatkan peluang emas dari jarak dekat—bola membentur Tomiyasu dan Suzuki sebelum akhirnya diamankan. Tiga menit berselang, Casemiro menyundul umpan silang Gabriel dari tiang jauh untuk menyamakan kedudukan.
Brasil nyaris berbalik unggul dua menit kemudian. Vinicius Jr melakukan solo run memukau, tapi sepakan kerasnya hanya membentur tiang gawang setelah kiper Zion Suzuki ujung jarinya menyentuh bola.
Martinelli Pahlawan di Menit Akhir
Tekanan Brasil terus meningkat hingga injury time. Di menit 90+6, umpan Bruno Guimaraes diteruskan Martinelli yang baru masuk dari bangku cadangan. Sepakan kakinya sempat ditepis Suzuki, namun bola memantul ke tiang dalam dan masuk ke gawang.
Stadion NRG yang dipenuhi 68.777 penonton langsung bergemuruh. Martinelli yang berlari merayakan gol sambil menunjuk ke atas menjadi ikon kebangkitan Brasil di turnamen ini.
Jadwal Selanjutnya: Brasil vs Norwegia atau Pantai Gading
Kemenangan ini memastikan Brasil melaju ke babak 16 besar. Carlo Ancelotti dan anak asuhnya akan menunggu pemenang antara Norwegia yang diperkuat Erling Haaland atau Pantai Gading pada Minggu depan.
Jepang, meski sudah unggul lebih dulu di tiga laga gugur Piala Dunia terakhir, harus pulang lebih awal. Catatan ini menjadi ironi tersendiri bagi skuad Samurai Biru yang tampil impresif sepanjang turnamen.