KALIMANTAN SELATAN — Forum yang dihadiri langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto itu menjadi ajang bagi 98 pemerintah kota untuk memetakan strategi distribusi pangan. Rico Waas, yang juga menjabat Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI, mengakui bahwa Medan bukanlah daerah penghasil pangan. Oleh karena itu, pemerintah kota telah memperkuat kerja sama dengan tiga daerah penyangga utama: Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Pasokan dari Daerah Penyangga dan Inovasi Urban Farming
"Kuncinya adalah kolaborasi antardaerah agar distribusi pangan dari daerah penghasil ke Medan berjalan lancar tanpa hambatan," ujar Rico dalam sambutannya. Menurutnya, forum ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pengalaman, terutama dalam mengelola rantai pasok dari wilayah penyangga ke pusat konsumsi.
Selain mengandalkan pasokan dari luar, forum juga menyoroti penerapan konsep smart farming dan urban farming. Sejumlah kota, menurut Rico, telah berhasil mengembangkan metode ini sebagai solusi mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar sekaligus menekan inflasi pangan di tingkat lokal.
Wamendagri Soroti Bonus Demografi dan Co-Creation
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengingatkan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi untuk menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Ia mendorong pemerintah daerah tidak bekerja sendiri, melainkan menerapkan konsep co-creation. Konsep ini melibatkan empat pilar: pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat.
"Membangun ekosistem pangan yang kuat tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi multipihak," kata Bima Arya di hadapan para wali kota. Ia mencontohkan keterlibatan perguruan tinggi dalam riset bibit unggul dan peran swasta dalam logistik sebagai bagian dari ekosistem tersebut.
Medan Peringkat Kedua Nasional Alokasi APBD untuk Pangan
Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan. Kota Medan tercatat menempati peringkat kedua nasional dalam hal alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor pangan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen serius Pemko Medan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan bagi masyarakat.
Forum Pangan Nasional APEKSI ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diadopsi oleh seluruh kota di Indonesia. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah perkotaan.