KALIMANTAN SELATAN — Potensi penurunan harga BBM nonsubsidi di Indonesia mulai mengemuka setelah harga minyak mentah dunia mencatat pelemahan signifikan. Minyak mentah Brent tercatat turun 10,6% dalam sepekan, penurunan mingguan ketiga berturut-turut sejak kesepakatan damai AS dan Iran.
Komisaris Pertamina Minta Penurunan Bertahap Mulai Juli
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, secara terbuka mendorong jajaran direksi untuk segera melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. "Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen (Pertamina) untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak (mentah) dunia yang sudah mulai turun," kata Iriawan dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Iriawan menargetkan penurunan bisa dimulai secara bertahap pada awal Juli 2026. Meski begitu, ia mengakui ada prosedur yang harus dilalui karena formula evaluasi berkala diterapkan untuk melindungi konsumen dari fluktuasi harga harian yang ekstrem.
"Ada prosedurnya ya, karena minyak yang sekarang ini proses (dari) bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Nah tentunya kalau turunnya kemarin, berapa hari yang lalu, kita akan menyesuaikan nanti," ujar Iriawan.
Menteri ESDM: Jangan Buru-Buru, Harga Baru Naik 2-3 Pekan
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sinyal berbeda. Saat ditanya soal kemungkinan penurunan harga BBM nonsubsidi bulan depan, Senin (29/6/2026), Bahlil meminta publik untuk lebih fair.
"Pada saat harga minyak lagi naik, 2 bulan lebih hampir 3 bulan kan enggak kita naikkan. Masa baru naik 2 minggu atau 3 minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu. Kenapa waktu kemarin kok tidak tanya, enggak diturunkan?" ujar Bahlil.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Posisi Bahlil juga mengindikasikan bahwa penurunan harga tidak otomatis terjadi begitu harga minyak mentah dunia turun dalam waktu singkat.
Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Saat Ini
Saat ini, harga BBM nonsubsidi ritel Pertamina tercatat sudah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Berikut daftar harga terbaru:
- Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Kenaikan ini terjadi saat harga minyak mentah dunia masih berada di level tinggi. Kini setelah harga minyak mentah Brent turun ke level US$ 72,51 per barel dan WTI di US$ 69,94 per barel, tekanan untuk menurunkan harga ritel pun menguat.
Prosedur Evaluasi Berkala Jadi Penghalang Penurunan Cepat
Iriawan menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Mekanisme evaluasi berkala yang diterapkan Pertamina menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. "Turunnya berapa (rupiah), nanti kita lihat ke depan. Tapi insya Allah, doakan, mudah-mudahan bisa turun sesuai dengan harapan masyarakat," tambah Iriawan.
Pertamina dan Kementerian ESDM disebut akan berdiskusi lebih lanjut terkait besaran dan waktu penurunan. Keputusan final masih menunggu hasil evaluasi harga minyak mentah pada periode sebelumnya.