Pencarian

Kampanye Stop Boros Pangan di Tabalong Sasar 230 Siswa SD, Bupati Ajak Hargai Makanan

Senin, 15 Juni 2026 • 23:08:31 WIB
Kampanye Stop Boros Pangan di Tabalong Sasar 230 Siswa SD, Bupati Ajak Hargai Makanan
Bupati Tabalong mengajak 230 siswa SDN 1.2 Sulingan untuk menghargai makanan dalam kampanye Stop Boros Pangan.

TANJUNG — Sebanyak 230 siswa SD Negeri 1.2 Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, menjadi sasaran kampanye Stop Boros Pangan yang digagas DKPPP setempat. Program ini merupakan bagian dari gerakan menyelamatkan pangan dengan motto "Cepat Amankan Pangan, Bukan Buang Pangan".

Tiga Prinsip yang Ditanamkan ke Siswa

Sekretaris DKPPP Tabalong, Suaidi, menjelaskan bahwa siswa SD adalah kelompok usia paling strategis untuk mengintervensi kebiasaan boros pangan sejak dini. Melalui kampanye ini, pihaknya ingin menanamkan tiga prinsip utama kepada para siswa: menghargai petani, menyayangi bumi, dan mensyukuri rezeki.

"Kampanye ini untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya boros pangan, membiasakan siswa ambil secukupnya dan habiskan serta mewujudkan sekolah percontohan yaitu piring bersih," ujar Suaidi, Senin.

Komitmen Sekolah Jadikan Siswa Agen Perubahan

Kepala SDN 1.2 Sulingan, Isnawati, mengakui bahwa edukasi mengenai kesadaran menghargai makanan wajib ditanamkan sejak kecil. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan para siswa sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

"Melalui program ini kami berkomitmen menjadikan para siswa sebagai agen perubahan dan membiasakan mengambil makanan secukupnya," kata Isnawati.

Bupati Tabalong: Membuang Makanan Perbuatan Mubazir

Kampanye tersebut turut dihadiri Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, beserta Ketua TP PKK Tabalong, Hj Desi Suryanti Noor Rifani. Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi berasal dari kerja keras banyak orang, mulai dari petani, pedagang, hingga orang tua yang memasak.

"Setiap makanan yang kita makan berasal dari kerja keras banyak orang mulai dari petani, pedagang, orangtua dan orang yang memasak makanan untuk kita," jelas Noor Rifani.

Ia juga menekankan ajaran agama Islam yang melarang perbuatan mubazir, termasuk membuang makanan. Seluruh siswa diajak untuk mengambil makanan secukupnya sesuai kebutuhan dan menghargai setiap makanan yang tersedia.

Simbolis Pemasangan Pakaian dan Tas Sekolah

Secara simbolis, Bupati Tabalong dan Ketua TP PKK memasangkan pakaian bertuliskan "Mari Bersama Selamatkan Pangan" serta tas sekolah kepada perwakilan peserta didik. Momen ini menjadi pengingat visual bagi siswa untuk terus menerapkan prinsip tidak boros pangan di kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks