KOTABARU — Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotabaru, H. Minggu Basuki, digelar di Ruang Rapat Manuntung, Kantor Bupati Kotabaru, Kamis (11/6/2026). Hadir perwakilan dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Polres Kotabaru, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga pengurus Masjid Agung Husnul Khotimah.
309 Jamaah, 157 di Antaranya Difasilitasi PPHD
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kotabaru, H. Herman Prasetyo, merinci jadwal kedatangan. Jamaah Kloter 13 dijadwalkan tiba di Embarkasi Banjarmasin pada 22 Juni 2026 pukul 16.15 WITA. Dua kloter berikutnya, yakni Kloter 17 dan Kloter 19, menyusul masing-masing pada 28 Juni dan 1 Juli 2026.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah dalam kondisi baik. Kita doakan semoga semuanya kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Herman.
Mengurai Kemacetan Distribusi Bagasi
Salah satu masalah yang kerap muncul saat pemulangan jamaah adalah keterlambatan bagasi akibat penggabungan jamaah dari berbagai daerah dalam satu kloter. Untuk mengatasinya, rapat menyepakati pemberian tanda khusus pada koper jamaah sejak di Arab Saudi.
Penandaan ini memudahkan pemilahan berdasarkan kategori: jamaah yang pulang bersama rombongan, dijemput mandiri, atau diturunkan di titik-titik tertentu seperti Serongga, Tegalrejo, dan perbatasan Tanah Bumbu.
Larangan Keluarga Jemput Langsung ke Embarkasi
Pemkab Kotabaru mengimbau keluarga jamaah tidak menjemput langsung ke embarkasi untuk menghindari kepadatan. Titik kumpul penjemputan telah diatur di daerah. Setelah tiba di Banjarmasin, jamaah rombongan akan diberangkatkan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA dengan beberapa titik istirahat sebelum menyeberang dari Tegalrejo.
Perjalanan darat dan laut ini dijadwalkan tiba di Kotabaru pada 23 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Seremoni penyambutan akan dipusatkan di Masjid Agung Husnul Khotimah.
Layanan Prioritas untuk Jamaah Risiko Tinggi
Dari sisi kesehatan, tenaga medis akan disiagakan sesuai kebutuhan armada. Prioritas layanan diberikan bagi jamaah risiko tinggi selama perjalanan darat menuju Kotabaru. Polres Kotabaru juga akan mengerahkan personel untuk mengamankan rangkaian kegiatan penyambutan.
Minggu Basuki menegaskan rapat ini hanya untuk pemantapan teknis. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, penjemputan berjalan lancar. Namun perlu pemantapan, terutama terkait jumlah jamaah, skema penjemputan, hingga kesiapan armada transportasi,” ujarnya.