PELAIHARI — Pertemuan rutin Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Tanah Laut (GOW Tala) dikukuhkan sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi dan bertukar gagasan, bukan sekadar ajang silaturahmi. Ketua GOW Tala Hj Wiwi Zazuli menekankan pentingnya forum ini dalam mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan di masyarakat.
Peran Perempuan: Dari Madrasah Pertama hingga Pelopor Perubahan
Hj Wiwi Zazuli menyebut, perempuan memiliki peran vital yang dimulai dari lingkungan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Lebih dari itu, ia mendorong perempuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Perempuan memiliki peran sangat penting, tidak hanya dalam keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak, tetapi juga sebagai agen perubahan di masyarakat,” ujar Hj Wiwi Zazuli dalam sambutannya.
Menurutnya, kesetaraan gender bukan berarti menyamakan posisi laki-laki dan perempuan secara mutlak. Konsep yang tepat, lanjutnya, adalah memberikan kesempatan yang adil bagi setiap individu untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan.
Empat Organisasi Baru Resmi Bergabung
Dalam pertemuan tersebut, GOW Kabupaten Tanah Laut menyambut empat organisasi baru yang resmi bergabung. Keempatnya adalah Tani Merdeka Indonesia, PPLIPI Tanah Laut, Perwati Tanah Laut, dan Organisasi Perempuan Bangsa Tanah Laut.
Masing-masing organisasi diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta yang hadir. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan dan memperkuat solidaritas antarorganisasi wanita di Tanah Laut.
Seminar Kesetaraan Gender dari Psikolog Klinis
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti seminar bertema kesetaraan gender. Seminar tersebut menghadirkan psikolog klinis Anisafitri Nurani dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Hj Wiwi Zazuli berharap, melalui kolaborasi yang baik dan pertemuan rutin ini, perempuan di Tanah Laut mampu melahirkan ide-ide inovatif serta langkah konkret. Target utamanya adalah mewujudkan lingkungan yang inklusif, adil, dan bebas dari diskriminasi.
“Melalui kolaborasi yang baik, perempuan diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan inklusif, adil dan bebas dari diskriminasi,” ungkapnya.