KALIMANTAN SELATAN — Festival MelaMela Anime Japan (MMAJ) Jakarta 2026 resmi dibuka di Gandaria City, menghadirkan puluhan intellectual property (IP) populer Jepang tanpa dipungut biaya masuk. Ajang ini merupakan ekspansi dari kesuksesan edisi India yang meraih total seratus ribu pengunjung pada 2024 dan 2025. Indonesia dipilih sebagai destinasi berikutnya karena memiliki basis penggemar budaya Jepang yang masif serta ekosistem komunitas kreatif yang dinamis.
Dari Hiburan ke Meja Bisnis: Mengapa Skema B2B Diaktifkan
Berbeda dengan festival pop culture pada umumnya yang hanya menyasar skema business-to-customer (B2C), MMAJ Jakarta 2026 secara khusus membuka ruang business-to-business (B2B). Langkah ini didukung oleh Japan External Trade Organization (JETRO) dan SMBC. "Jadi kalau menceritakan tentang MMAJ, itu tidak bisa keluar dari jalur bisnis tentunya. Kali ini, tidak hanya B2C untuk fans saja, tapi dengan bantuan SMBC dan Jetro, kita mewujudkan B2B juga di dalam acara event ini," ujar Tomoki Hasegawa, perwakilan dari Buzznesia selaku penyelenggara.
Takayuki Yamanaka, Co-Founder MMAJ Jakarta, menegaskan festival ini merupakan kombinasi antara kekuatan IP dan dunia entertainment yang dilebur dalam satu panggung. "Tujuan utama kami membawa festival ini ke Indonesia adalah untuk membangun platform kokoh yang menghubungkan aspek budaya, entertainment, sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang nyata antara Jepang dan Indonesia," kata Takayuki saat sesi jumpa pers di Gandaria City, Sabtu, 30 Mei 2026.
Daftar IP Populer dan Aktivitas Interaktif yang Dihadirkan
Sejumlah IP resmi Jepang turut meramaikan festival, antara lain Chibi Maruko-chan, Doraemon, Haikyu!!, Mobile Suit Gundam, Sanrio, Pokémon, Ultraman, dan puluhan judul lainnya. Penyelenggara menyediakan beragam aktivitas interaktif mulai dari movie screening, pertunjukan musik langsung, cosplay showcase, lokakarya, talkshow, hingga area kuliner dan perburuan merchandise orisinal.
"Saya sendiri sudah tahu antusiasme masyarakat Indonesia terhadap IP atau konten Jepang itu sangat tinggi sekali. Dua tahun yang lalu saya memulai event ini di India, dan sekarang akhirnya ada kesempatan bisa datang ke Jakarta," tambah Takayuki.
Dukungan EKRAF dan Harapan Menjadi Agenda Tahunan
Pihak Ekonomi Kreatif (EKRAF) menilai MMAJ Jakarta 2026 dapat memicu proses pertukaran pengetahuan (knowledge exchange) dan membuka peluang co-creation. Kreator serta studio lokal diharapkan bisa naik kelas ke pasar global setelah terhubung langsung dengan pemegang hak paten kekayaan intelektual internasional. Putri Tanjung dari CT Corp selaku penyelenggara menyatakan pihaknya melihat peluang besar untuk mempertemukan pemilik IP Jepang dengan partner, brand, dan komunitas di Indonesia dalam ekosistem yang lebih berkelanjutan.
Dengan konsep gratis tanpa pungutan biaya masuk, promotor berharap MMAJ Jakarta dapat bertransformasi menjadi agenda tahunan yang konsisten. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara bagi industri Japanese entertainment dan licensing.