AMUNTAI — Apresiasi tinggi disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kalimantan Selatan (DK Kalsel) Dr. Taufik Arbain, M.Si., atas terselenggaranya Aruh Sastra di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Menurutnya, tema "Membangkitkan Sastra Negara Dipa" mengandung pesan penting soal merawat ingatan sejarah, membangun kesadaran kebudayaan, dan menghidupkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan warga.
Taufik menegaskan sastra tidak boleh dipandang hanya sebagai aktivitas seni, rangkaian kata, puisi, cerita, atau ekspresi imajinasi para sastrawan. Baginya, sastra memiliki ruang yang jauh lebih luas dalam kehidupan manusia.
"Sastra tidak boleh dipandang hanya sebagai aktivitas seni, rangkaian kata, puisi, cerita, atau ekspresi imajinasi para sastrawan. Sastra memiliki ruang yang jauh lebih luas dalam kehidupan manusia," ujar Taufik Arbain.
Ia menyebut sastra sebagai jalan untuk merawat kepekaan, membangun empati, menyuarakan kegelisahan, dan mengingatkan manusia tentang nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah kehidupan yang semakin pragmatis, ketika manusia sering diukur dari jabatan, kekuasaan, dan materi, sastra hadir mengingatkan bahwa manusia juga memiliki hati, rasa, nurani, dan tanggung jawab moral.
Karena itu, membangkitkan sastra sesungguhnya juga berarti membangkitkan adab. Taufik menyebut sastra dapat menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai adat, kesantunan, penghormatan kepada orang tua, solidaritas sosial, dan kearifan lokal.
"Karena itu, membangkitkan sastra sesungguhnya juga berarti membangkitkan adab. Sastra dapat menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai adat, kesantunan, penghormatan kepada orang tua, solidaritas sosial, dan kearifan lokal," tegasnya.
Ia berharap sastra tidak berhenti di panggung pembacaan puisi atau forum diskusi sastrawan. Sastra harus hadir di tengah masyarakat, menyentuh generasi muda, masuk ke ruang pendidikan, dan menjadi bagian dari kesadaran kolektif untuk membangun masyarakat yang beradab.
Pada kesempatan itu, Taufik memberikan penghormatan kepada Pemerintah Kabupaten HSU atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Aruh Sastra. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan pembangunan kebudayaan tidak boleh ditempatkan sebagai urusan pinggiran.
"Dukungan Pemkab HSU menunjukkan bahwa pembangunan kebudayaan tidak boleh ditempatkan sebagai urusan pinggiran. Kebudayaan, termasuk sastra, merupakan bagian penting dari pembangunan manusia dan peradaban daerah," ungkapnya.
Ia menilai Amuntai sebagai Kota Bertuah dan bagian dari jejak historis Negara Dipa memiliki kekayaan sejarah dan identitas budaya yang patut terus dirawat. Momentum Aruh Sastra menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali kekayaan tersebut sebagai sumber inspirasi masa depan.
Taufik menutup dengan penegasan bahwa kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik. Daerah yang besar, katanya, juga mampu menjaga ingatan sejarah, merawat kebudayaan, dan membangun kehalusan budi masyarakatnya.
"Daerah yang besar bukan hanya daerah yang maju pembangunan fisiknya, tetapi juga daerah yang mampu menjaga ingatan sejarah, merawat kebudayaan, dan membangun kehalusan budi masyarakatnya," pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DK Kalsel, yakni Yadi Muriadi (Bidang Seni), Abdurrahman (Bidang Sastra), dan Khairiadi Asa (Bidang Informasi dan Komunikasi).