PELAIHARI — Kunjungan peserta PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-36 diterima jajaran Polres Tanah Laut di Balai Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang. Forum itu menjadi ajang audiensi bersama unsur Forkopimcam dan warga setempat yang terdampak karhutla.
AKBP Ricky Boy Siallagan menilai kegiatan tersebut sebagai momentum tepat untuk menggali persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Ia menekankan isu utama yang dibahas adalah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Kapolres, penanganan karhutla tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, Forkopimcam, hingga masyarakat.
"Pelaksanaan PKDN SESPIMTI Polri Dikreg ke-36 ini menjadi momentum yang sangat baik untuk bertukar informasi, berdiskusi serta menggali berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat secara langsung, khususnya terkait penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan," ujar AKBP Ricky Boy Siallagan dalam siaran pers yang diterima, Sabtu.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan masukan dan pemikiran konstruktif. Tujuannya memperkuat efektivitas pencegahan serta penanganan karhutla di wilayah Tanah Laut.
Polres Tanah Laut, kata Ricky, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas agar kejadian karhutla bisa ditekan.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai masukan dan pemikiran yang konstruktif dalam upaya meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan karhutla. Polres Tanah Laut akan terus memperkuat koordinasi dan mengedepankan langkah-langkah preventif serta edukasi kepada masyarakat agar kejadian karhutla dapat diminimalisir," jelasnya.
Ia menegaskan keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga lingkungan. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar harus terus dibangun.
"Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar harus terus kita bangun. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan sinergi seluruh elemen, kita dapat menjaga lingkungan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak Karhutla," pungkasnya.
Selain sosialisasi, tim PKDN Sespimti Polri menggelar audiensi bersama Forkopimcam dan warga Desa Pulau Sari. Forum itu dipakai untuk menggali informasi langsung soal kondisi lapangan, khususnya dampak karhutla terhadap masyarakat.
Dari audiensi tersebut, peserta PKDN memperoleh gambaran soal berbagai upaya yang telah dijalankan kepolisian bersama pemerintah daerah, TNI, dan pemangku kepentingan lain. Upaya itu menyangkut kesiapan menghadapi potensi karhutla di Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan PKDN diikuti para peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 yang didampingi Brigjen Pol Sangkan Bonaparte Silalahi. Peserta yang hadir antara lain Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, Kombes Pol Hartoyo, Kombes Pol Cahyo Hadi Prabowo, Kombes Pol Marison Tober Hamonangan Sirait, Kombes Pol Dr M Adenan AS, Kombes Pol Ronaldo Maradona TPP Siregar, Kolonel Kal Nur Indra Wakhid, serta Kombes Pol Syahirul Hatta.
Turut hadir para Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut, unsur Forkopimcam Tambang Ulang, dan perwakilan masyarakat terdampak karhutla. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan kamtibmas di wilayah.