KALIMANTAN SELATAN — Koreksi tipis IHSG pada hari sebelumnya disertai munculnya tekanan jual. Meski begitu, MNC Sekuritas menilai posisi indeks saat ini masih membuka ruang penguatan.
Riset MNC Sekuritas menulis, "Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave v dari wave (c), cermati area penguatan yang berada di 6.736-6.812."
Riset yang sama juga memperingatkan potensi koreksi terdekat ke rentang 6.643-6.653. Level support dan resistance menjadi acuan pergerakan indeks hari ini.
MNC Sekuritas menempatkan support IHSG di 6.610 dan 6.561. Sementara resistance berada di 6.705 dan 6.755.
Dua level tersebut menjadi batas pergerakan indeks pada sesi Kamis (10/9/2026). Selama indeks bertahan di atas support, peluang penguatan masih terbuka.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menguat 5,33 persen ke harga Rp158. Penguatan itu disertai peningkatan volume pembelian, namun tertahan oleh MA200.
Posisi BIPI diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C. MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk saham ini.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) terkoreksi 2,61 persen ke Rp745. Koreksi itu disertai munculnya tekanan jual dan mampu menembus MA20 dan MA200.
Selama masih mampu berada di atas 725 sebagai stoplossnya, HMSP diperkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave 1. MNC Sekuritas menempatkan saham ini pada rekomendasi trading buy.
Dua saham di atas punya karakter berbeda. BIPI bergerak di sektor infrastruktur dengan momentum penguatan, sementara HMSP di sektor konsumer sedang dalam fase koreksi.
Level stoploss menjadi kunci untuk membatasi risiko di tengah potensi koreksi IHSG ke 6.643-6.653. Investor disarankan mencermati volume transaksi sebelum mengambil posisi.
Investasi mengandung risiko.