EduCare Movement Dampingi Anak Jalanan Banjarmasin Belajar Literasi hingga Pameran Karya, Rangkaian Kegiatan Berakhir September 2026

Penulis: Benny Surbakti  •  Senin, 07 September 2026 | 09:17:01 WIB
Anak-anak dampingan EduCare Movement mengikuti kegiatan belajar literasi dan numerasi di Banjarmasin.

BANJARMASIN — Pendampingan belajar yang dijalankan Tim EduCare Movement bersama anak-anak di Banjarmasin mencapai tahap akhir. Kegiatan bertajuk Showcase EduCare menjadi penutup rangkaian program yang berjalan hampir tiga bulan, di mana para peserta menunjukkan perkembangan kemampuan literasi dan karya yang telah mereka buat. Program ini merupakan bagian dari PKM-PM yang didanai tahun 2026.

Ketua Tim EduCare Movement, Mayada Putri, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri anak dalam belajar. Pendekatan yang digunakan adalah storytelling partisipatif, disesuaikan dengan kebutuhan setiap peserta.

“Sejak awal, kami melihat bahwa kemampuan setiap anak berbeda-beda. Jadi, kami menyesuaikan materi dan cara pendampingannya dengan kemampuan masing-masing anak. Harapannya, semua anak bisa belajar dengan nyaman dan tetap semangat untuk mencoba,” ujarnya.

Asesmen Awal Jadi Dasar Pembelajaran Adaptif

Rangkaian kegiatan dimulai pada 20 Juni 2026 dengan pertemuan perdana dan asesmen awal kemampuan literasi serta numerasi. Hasilnya, kemampuan peserta bervariasi, mulai dari yang masih membutuhkan pendampingan pengenalan huruf hingga yang sudah lancar membaca dan berhitung.

Atas dasar itu, tim menerapkan Kelas Literasi Dasar EduCare pada 27 Juni dan 4 Juli 2026. Materi membaca, menulis, dan berhitung diberikan secara adaptif sesuai tingkat kemampuan masing-masing anak.

Belajar Sambil Bermain: dari Balogo hingga Congklak Pintar

Suasana belajar dibuat lebih interaktif melalui permainan tradisional. Pada 5 Juli 2026, peserta mengikuti Balogo Smart Math yang memadukan permainan khas Kalimantan dengan latihan matematika. Anak-anak bahkan diberi kesempatan membuat soal sendiri.

Kegiatan lain yang digelar antara lain EduCare Lingkungan pada 25 Juli 2026, pemutaran film animasi Jumbo pada 9 Agustus, serta permainan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan pada 16 Agustus 2026.

Menjelang akhir program, tepatnya 23 Agustus 2026, peserta mengikuti tiga EduGames: Memory Run, Susun Kata, dan Congklak Pintar. Permainan ini dirancang untuk melatih daya ingat, kemampuan bahasa, ketelitian, kerja sama, dan numerasi.

Storytelling Bersama Duta Kampus dan Pemantapan Materi

Metode storytelling partisipatif menjadi bagian penting dari program ini. Pada 11 Juli 2026, kegiatan mengangkat tema “Belajar dan Meraih Cita-Cita”, di mana anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita tetapi juga diajak menanggapi dan menyampaikan pendapat. Kegiatan serupa kembali digelar pada 22 Agustus 2026 bersama Duta Kampus Universitas PGRI Kalimantan.

Pemantapan materi diberikan pada 29 Agustus 2026 sesuai tingkat kemampuan peserta. Selanjutnya, post-test dan evaluasi akhir dilaksanakan pada 5 September 2026 untuk mengukur hasil pembelajaran dan menjadi bahan refleksi pelaksanaan program.

Dukungan Pendanaan dan Keberlanjutan Semangat Belajar

Tim EduCare Movement menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) atas dukungan pendanaan yang diberikan. Bantuan tersebut menjadi kunci pelaksanaan berbagai kegiatan pendampingan sejak Juni hingga September 2026.

Bagi tim, berakhirnya rangkaian kegiatan tidak menghentikan semangat belajar yang telah dibangun. Program ini menjadi pengalaman bahwa proses pendidikan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti keberanian membaca satu kata, menyelesaikan satu soal, atau mencoba kembali setelah mengalami kesulitan. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal bagi peserta untuk terus berani belajar dan bertanya.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top