Ratusan Prajurit Korem 101/Ant Gelar Salat Istisqa di Banjarmasin, Pasukan Gabungan Masih Padamkan Karhutla di Banjarbaru

Penulis: Benny Surbakti  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:06:01 WIB
Ratusan prajurit Korem 101/Antasari mengikuti Salat Istisqa di Banjarmasin untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang.

BANJARMASIN — Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus memimpin langsung jalannya Salat Istisqa yang dihadiri para pejabat utama Korem, Komandan Kodim, serta Ketua Persit KCK Koorcabrem 101. Turut hadir pula KH. Ahmad Siwiti dan Ustadz Ilham Humaidi yang memimpin doa bersama meminta keberkahan hujan untuk bumi Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini bukan sekadar ritual seremonial. Di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering, Brigjen Ilham Yunus menegaskan bahwa Salat Istisqa adalah bentuk ikhtiar lahir dan batin yang berjalan beriringan dengan upaya pemadaman di lapangan.

Karhutla Terparah Masih Berkobar di Tiga Wilayah

Berdasarkan pantauan Korem 101/Ant, titik api terbesar masih terjadi di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. Di Banjarbaru, sejumlah titik kebakaran masih aktif meliputi kawasan Guntung Damar, Pengayuan, hingga masuk ke area hutan lindung.

Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta relawan masih berjibaku melakukan pemadaman. Kondisi lapangan disebut sulit karena angin kencang dan material gambut yang mudah terbakar di bawah permukaan.

Sumur Bor Disiapkan di Titik-Titik Vital

Selain operasi pemadaman darat dan dukungan udara melalui water bombing, Korem 101/Ant berencana membuat sumur bor di sejumlah titik vital. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air saat dibutuhkan, terutama di kawasan rawan yang jauh dari sumber air.

Upaya modifikasi cuaca juga terus dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka pendek mempercepat turunnya hujan, meskipun hasilnya sangat bergantung pada kondisi atmosfer.

Dampak Karhutla: ISPA dan Gangguan Ekonomi Warga

Brigjen Ilham Yunus menyebut kemarau panjang ini tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih. Dampak paling terasa adalah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap serta terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat yang bekerja di luar ruangan.

Pencegahan terus digencarkan melalui sosialisasi dan edukasi ke desa-desa, patroli terpadu, serta pemantauan wilayah secara berkala. Namun, kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dinilai menjadi kunci utama menghentikan bencana ini.

“Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkas Danrem 101/Ant di akhir kegiatan.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: metro7.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top