BALANGAN — Seluruh proses pengelolaan belanja pegawai di lingkungan Pemkab Balangan kini bertumpu pada satu sistem terintegrasi bernama INEXIS atau Integrated Employee Expenditure Information System. Sejak diberlakukan penuh pada awal Januari lalu, sistem ini tidak hanya mengelola data pokok pegawai, tetapi juga memproses pembayaran gaji dan TPP secara digital.
Kepala Bidang Perbendaharaan BPKPAD Kabupaten Balangan, Mustakim, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memangkas proses manual yang selama ini rawan kekeliruan. “Tujuannya untuk mengurangi kesalahan manusia dan memastikan ketepatan besaran uang yang dibayarkan kepada pegawai setiap bulan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
Salah satu perubahan mendasar dari penerapan INEXIS adalah penggabungan data gaji dan tunjangan di bidang keuangan dengan data kepegawaian yang dikelola perangkat daerah. Sebelumnya, kedua data tersebut dikelola secara terpisah dan sangat bergantung pada input manual.
Dengan integrasi ini, proses bisnis penggajian menjadi lebih ramping. Data yang diperbarui secara real-time memungkinkan pengawasan terpusat terhadap belanja pegawai, sekaligus memastikan konsistensi data antara catatan pemerintah daerah dan bank penyalur.
Sistem INEXIS tidak berhenti pada pengelolaan data. Platform ini juga telah terhubung langsung dengan KSP Bank Kalsel untuk memproses pembayaran. Data penggajian (payroll) dikirim secara otomatis ke bank, sehingga tahap input data yang sebelumnya dikerjakan manual oleh operator SKPD dapat dihilangkan.
Mustakim menyebut koneksi langsung ini membuat rekapitulasi belanja pegawai lebih akurat dan konsisten. “Seluruh proses pengelolaan data kepegawaian, penggajian, hingga pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dapat dilakukan secara terintegrasi,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar alat pembayaran, INEXIS dibekali fitur analitik yang berfungsi memantau arus kas dan tren pembayaran setiap bulannya. Data historis yang terekam dalam sistem dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk menilai efisiensi belanja.
“Dalam aspek perencanaan, sistem memungkinkan analisis untuk mengidentifikasi pengeluaran yang tidak efisien, mencegah potensi kerugian, serta memperhitungkan kebutuhan anggaran belanja pegawai tahun berikutnya secara lebih presisi dan akurat,” jelas Mustakim.
Penerapan sistem digital ini bukan tanpa dasar hukum. INEXIS merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Balangan Nomor 109 Tahun 2022 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. Langkah ini juga sejalan dengan percepatan digitalisasi transaksi keuangan non-tunai dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tata kelola pemerintahan dan administrasi pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel di Pemerintah Kabupaten Balangan,” pungkas Mustakim. Dengan seluruh 32 SKPD telah memakai sistem ini, percepatan pembayaran dan penyusunan laporan belanja daerah pun diharapkan semakin optimal.