SMKN 1 Martapura Gelar Jelita, Program Literasi yang Padukan Kegemaran Membaca dengan Latihan Bicara di Depan Umum

Penulis: Arif Budiman  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:41:31 WIB
Tiga siswa per jurusan menyampaikan reviu buku yang telah dibaca selama satu bulan terakhir dalam kegiatan Jelita di SMKN 1 Martapura, Jumat (28/8/2026).

MARTAPURA — Sebanyak tiga siswa per jurusan terpilih menjadi perwakilan dalam kegiatan Jejak Literasi Kita (Jelita) yang digelar Perpustakaan SMKN 1 Martapura, Jumat (28/8/2026). Mereka mendapat tugas menyampaikan reviu atas buku yang telah dibaca selama satu bulan terakhir.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah ini dihadiri Kepala Perpustakaan, Wakasek Kurikulum, staf perpustakaan, serta guru Bahasa Indonesia. Para siswa yang tidak menjadi perwakilan tetap terlibat sebagai audiens dalam sesi presentasi tersebut.

Reviu Buku Jadi Sarana Asah Kepercayaan Diri Siswa

Kepala Perpustakaan SMKN 1 Martapura, Marny Rustina, M.Pd, menjelaskan bahwa Jelita merupakan pengembangan dari program literasi bulanan yang selama ini berjalan. Sebelumnya, siswa diwajibkan membaca buku pinjaman dari perpustakaan dan melaporkan aktivitas membacanya melalui Google Form setiap bulan.

Dari laporan rutin itu, sekolah kemudian mengembangkannya menjadi sesi reviu buku secara lisan. Setiap jurusan, melalui guru Bahasa Indonesia, memilih tiga siswa untuk menyampaikan hasil bacaannya di hadapan teman-teman dan guru.

"Dalam reviu ini, kita berharap selain anak-anak itu membaca, mereka juga mengasah keterampilan mereka untuk berbicara di depan umum," ungkap Marny.

Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Sejak di Bangku Sekolah

Jelita tidak sekadar menempatkan siswa sebagai pembaca. Mereka dituntut untuk memahami isi buku, mengolah informasi, lalu menyampaikannya kembali dengan bahasa sendiri. Proses ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan keberanian tampil di hadapan orang banyak.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan hasil dari rutinitas membaca yang mereka jalani. Dengan begitu, literasi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berdampak lebih luas pada kemampuan komunikasi siswa.

Target: Budaya Membaca Melekat dalam Keseharian Siswa

Melalui Jelita, SMKN 1 Martapura menargetkan budaya membaca semakin melekat dalam keseharian siswa. Sekolah berharap kemampuan menyampaikan gagasan dan kepercayaan diri siswa terus terbangun sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Kegiatan yang melibatkan seluruh jurusan ini diharapkan berjalan berkelanjutan, bukan hanya seremonial sekali waktu. Perpustakaan sekolah berperan sebagai pusat penggerak literasi yang menghubungkan kegiatan membaca dengan keterampilan berbicara siswa.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: jurnalkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top