Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan membangun kolam bioflok portabel berkapasitas 12 ribu liter sebagai solusi sumber air pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Enam dari sepuluh kolam yang direncanakan telah rampung dibangun dan kini dioperasikan di posko penanggulangan karhutla setempat.
BANJARBARU — Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan menginisiasi pembuatan kolam bioflok atau portabel sebagai wadah menampung air dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. "Rencana awal ada 10 kolam kami buat dan saat ini sudah ada enam yang dibikin," kata kapolda ditemui di Posko Penanggulangan Karhutla di Pengayuan, Banjarbaru, Rabu.
Menurut kapolda, kolam bioflok dengan kapasitas air 12 ribu liter itu lebih efektif dan efisien dibandingkan jika harus membuat embung. Dijelaskan dia, banyak kelebihan jika dengan kolam bioflok antara lain bisa dilepas dan pasang sesuai kebutuhan.
Kemudian biaya pembuatannya jauh lebih murah dibandingkan harus menggali tanah untuk membuat embung atau kolam-kolam konvensional.
"Belum lagi kita harus izin dengan pemilik lahan, termasuk kemungkinan minimnya ketersediaan air jika menggali tanah di saat musim kemarau," jelasnya.
Sedangkan untuk sumber air mengisi kolam bioflok akan dimaksimalkan dari pengambilan di embung-embung yang sudah ada termasuk danau dan aliran sungai sekitar.
Inovasi penyediaan kolam bioflok oleh kapolda ini pun disambut positif Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq selaku koordinator penanggulangan karhutla di Kalsel dan Gubernur Kalsel Muhidin saat rapat koordinasi di Posko Penanggulangan Karhutla di Pengayuan, Banjarbaru hari ini.
Bahkan Hanif mengusulkan penyediaan 144 kolam portabel itu sekaligus untuk mencakup area seluas 900 hektare lahan kosong di Pengayuan.
Di sisi kesiapan personel, kapolda menjelaskan penanganan di kawasan Pengayuan melibatkan 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak swasta dan relawan yang dibagi dalam tiga shift operasional.
"Petugas berjaga di sini melakukan pemadaman dan pembasahan lahan hingga 14 hari ke depan," tambahnya.
Kemudian sarana pendukung 14 truk tangki dan 54 pompa portabel serta pendirian kendaraan dapur lapangan dan unit water treatment oleh Brimob untuk pasokan konsumsi petugas dan masyarakat terdampak karhutla.
Gubernur Muhidin mengapresiasi berbagai langkah inovatif kapolda dan berkomitmen memberikan dukungan anggaran sesuai kemampuan daerah.
"Kita juga akan bikin sumur bor di sini, segala upaya dilakukan agar karhutla di sini bisa teratasi sepenuhnya," katanya.