Bupati Tabalong Buka Festival Budaya Dayak Maanyan Warukin: Generasi Muda Harus Jadi Pelestari, Bukan Penonton

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:32:31 WIB
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor, memukul gong sebagai tanda pembukaan Festival Budaya Dayak Maanyan Warukin di Balai Adat Desa Warukin, Sabtu (22/08/2026).

TABALONG — Ribuan warga dan perantau Dayak Maanyan kembali dipertemukan dalam Festival Budaya Dayak Maanyan Warukin. Bupati Tabalong, H Muhammad Noor, memukul gong sebagai tanda pembukaan di Balai Adat, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Sabtu (22/08/2026). Sebelum acara inti, rombongan bupati menjalani ritual adat penyambutan khas Dayak Maanyan Warukin.

Turut hadir Dandim 1008/Tabalong, Letkol Inf Alexander Alan; Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J; serta Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana.

Bukan Sekadar Acara Tahunan, tapi Ruang Silaturahmi Warga Perantau

Bupati yang akrab disapa H Fani menilai festival ini memiliki peran lebih dari sekadar hajatan budaya tahunan. Momen ini menjadi titik temu bagi masyarakat Dayak Maanyan yang tersebar di berbagai daerah untuk kembali berkumpul dan mempererat tali persaudaraan.

"Kita ingin Warukin bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya festival, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat Dayak Maanyan dari berbagai tempat," ujarnya dalam sambutan.

Ia menegaskan, jarak dan kesibukan kerap memisahkan hubungan kekeluargaan. Festival ini menjadi momentum sukacita untuk saling menyapa dan menjaga tali silaturahmi yang sempat terputus.

Ancaman Kepunahan Budaya: Generasi Muda Jangan Hanya Jadi Penonton

Di hadapan para tokoh adat dan masyarakat, H Fani mengingatkan adanya tanggung jawab kolektif untuk menjaga warisan leluhur. Ia menyoroti risiko punahnya budaya jika generasi penerus tidak dilibatkan secara aktif.

"Jangan sampai generasi berikutnya hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi bagian dari pelestarian budaya itu sendiri," ajaknya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak bisa berhenti pada seremoni belaka. Diperlukan regenerasi agar tradisi dan nilai-nilai Dayak Maanyan tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Potensi Ekonomi Lokal dari Gelaran Budaya

Lebih jauh, H Fani berharap festival ini tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga. Kehadiran pengunjung dari luar daerah diharapkan mampu menghidupkan sektor UMKM dan jasa di Desa Warukin.

"Dengan demikian, selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menggerakkan perekonomian lokal," harapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabalong, ia menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival budaya ini. Ia berharap gelaran ini terus berkembang dan mampu menarik lebih banyak pengunjung di tahun-tahun mendatang.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: teras7.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top