Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung dua komplek perumahan di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu siang. Api yang membakar lahan kosong di Jalan Usaha Tani dan Jalan Sempati mendekati pemukiman, memicu kepanikan warga dan memaksa tim relawan mengerahkan armada khusus.
BANJARBARU — Dua komplek perumahan di dekat Bandara Internasional Syamsudin Noor terancam amukan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Komplek Aero Sinergia dan Komplek Aeropolis 1 menjadi wilayah yang paling dekat dengan titik api yang berkobar di lahan kosong pada Sabtu siang.
Maryadi dari BPK Barokah Syamsudin Noor, tim relawan pemadam kebakaran yang berjibaku di lapangan, menyebut api membakar dengan intensitas tinggi dan terus mendekati area pemukiman. Kondisi ini membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
"Kami minta warga yang rumahnya sudah dikepung asap agar keluar menjauh sementara," kata Maryadi saat dihubungi di lokasi kejadian.
BPK Barokah Syamsudin Noor menerjunkan dua unit truk tangki dan satu mobil dengan pompa portabel untuk menjinakkan si jago merah. Meski demikian, upaya pemadaman terkendala pasokan air yang minim di lokasi kejadian.
Para relawan juga harus bekerja dengan ancaman paparan asap tebal yang membuat mata perih dan mengganggu pernapasan. Hingga berita ini ditulis, api masih berkobar dan proses pemadaman terus dilakukan tim di lapangan.
Munculnya titik api ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah provinsi di Kalimantan untuk meninjau langsung penanganan karhutla, termasuk di Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran lahan masih nyata di tengah upaya pemerintah menekan luas area terdampak.
Warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika titik api mulai mendekati permukiman. Tim gabungan dari berbagai unsur masih bersiaga di lokasi untuk mencegah meluasnya kebakaran.