Petani Alfiannor Beralih Tanam 8.000 Bibit Cabai Rawit: harga Semangka Anjlok di Tanah Bumbu

Penulis: Benny Surbakti  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:11:01 WIB
Petani Alfiannor Beralih Tanam 8.000 Bibit Cabai Rawit: harga Semangka Anjlok di Tanah Bumbu

Alfiannor (40), petani di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memutuskan beralih membudidayakan cabai rawit di lahan 0,7 hektare setelah harga semangka turun dari Rp8.600 menjadi Rp5.500 per kilogram. Peralihan ini juga dipicu melimpahnya pasokan semangka dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta musim kemarau yang membatasi pasokan air.

"Harga buah semangka sebelumnya mencapai Rp8.600 per kilogram sekarang turun menjadi sekitar Rp5.500 per kilogram. Anjloknya harga juga dipicu melimpahnya pasokan semangka dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk dijual di Tanah Bumbu," kata Alfiannor di Batulicin, Jumat.

BATULICIN — Alfiannor menanam 8.000 bibit cabai rawit jenis ori yang saat ini memasuki usia 75 hari dan siap memasuki fase panen perdana. Dari lahan seluas 0,7 hektare itu, ia menargetkan produksi 1,6 ton cabai per bulan dengan harga jual di tingkat petani mencapai Rp70.000 per kilogram.

Prospek Cabai Lebih Menjanjikan Dibanding Semangka

Kendati demikian, ia mengaku harus menjaga imunitas tanaman sejak dini, mengendalikan kelembapan, serta rutin memantau kondisi daun agar tidak layu atau terserang penyakit patek. Perawatan intensif ini menjadi kunci untuk mencapai target produksi bulanan.

Alfiannor menganggap masa produktif tanaman cabai yang bisa bertahan hingga satu tahun lebih menguntungkan dibandingkan semangka pada kondisi pasar belakangan ini. Ia menggunakan metode tanam dengan jarak 50x50 sentimeter atau 60x60 sentimeter untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.

Biaya Produksi Naik, Petani Swadaya Butuh Alsintan

Petani swadaya masih menghadapi tingginya biaya produksi. Harga pupuk non subsidi meningkat dari sekitar Rp700.000 menjadi Rp925.000 per karung, memberatkan modal usaha tani yang mencapai Rp40 juta untuk lahan seluas itu.

Dukungan tersebut dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan di daerah. Alfiannor menginginkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memberi perhatian kepada petani swadaya melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Pemkab Tanah Bumbu Salurkan Bantuan Alsintan ke Kelompok Tani

"Sebelumnya pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan melalui APBN dan APBD kepada kelompok tani. Hal itu untuk mendukung produksi pangan guna mencegah inflasi di Kabupaten Tanah Bumbu," terang Robby.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu, Robby Chandra, menekankan pemerintah daerah mendukung dan mengapresiasi upaya para petani dalam menjaga stabilitas kebutuhan pangan.

DKPP juga menjalankan program pengembangan cabai dan sayuran di seluruh kelompok tani di Tanah Bumbu dengan menghadiri mini ekspo produsen benih di Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang. Bantuan yang sudah diserahkan berupa alsintan pompa air, traktor roda dua, dan traktor roda empat.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top