KALIMANTAN SELATAN — Kabar ini menjadi kejutan besar bagi penggemar musik klasik dan pop opera di Indonesia. Pasalnya, dari seluruh rangkaian tur dunia yang dijadwalkan sepanjang 2026, hanya Indonesia yang masuk dalam daftar pemberhentian untuk kawasan Asia.
Konser bertajuk Andrea Bocelli 30th Anniversary Romanza Tour ini sekaligus menandai kembalinya Bocelli ke Indonesia setelah penampilannya yang sukses beberapa tahun lalu. Yang menarik, konser di Candi Borobudur bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan juga mendapat dukungan penuh dari tiga kementerian, menunjukkan bahwa acara ini masuk dalam agenda pariwisata dan diplomasi budaya nasional.
Sementara itu, Jakarta dipilih sebagai lokasi kedua untuk mengakomodasi penggemar yang lebih luas. JIEXPO Kemayoran yang selama ini menjadi venue utama berbagai konser besar di ibu kota dinilai tepat untuk kapasitas penonton yang lebih besar. Dua lokasi dengan karakter berbeda ini memberikan dua pengalaman menonton yang berbeda pula: satu yang intim dan monumental, satu lagi yang meriah dan masif.
Tur ini menjadi semacam refleksi perjalanan musik Bocelli, dari penyanyi opera murni hingga menjadi fenomena pop global. Bagi penggemar setia, ini adalah momen untuk bernostalgia; bagi generasi baru, ini adalah kesempatan langka menyaksikan legenda hidup bernyanyi di depan mata.
Kolaborasi antara sektor swasta sebagai promotor dan pemerintah sebagai pendukung ini menjadi model yang menarik untuk industri hiburan Tanah Air. Jika sukses, bukan tidak mungkin akan lebih banyak artis kelas dunia yang menjadikan Indonesia, khususnya destinasi budaya seperti Borobudur, sebagai bagian dari tur internasional mereka.
Dengan pengumuman ini, para penggemar kini tinggal menunggu detail lebih lanjut mengenai skema penjualan tiket dan harga. Antisipasi publik tentu sangat tinggi, mengingat Bocelli selalu tampil dengan orkestra penuh dan kualitas suara yang sempurna. Ini akan menjadi salah satu konser paling dinantikan di Indonesia pada 2026.