KALIMANTAN SELATAN — Frankfurt menjadi saksi dimulainya babak baru sepak bola Jerman. Pria berusia 59 tahun itu telah meninggalkan hiruk pikuk Liverpool dan kini tenggelam dalam logistik kepelatihan tim nasional, termasuk membangun hubungan dengan staf dan klub-klub Bundesliga. Ia bahkan sudah mulai bercanda soal gelar barunya, mengaku menutup pesan WhatsApp untuk teman-temannya dengan tanda tangan "Bundestrainer Klopp".
Klopp secara eksplisit menolak gagasan memulai dari nol. Menurutnya, kegagalan di Piala Dunia bukan alasan untuk membuang seluruh fondasi yang telah dibangun Julian Nagelsmann.
"Anda mungkin berpikir bahwa ketika sebuah Piala Dunia tidak berjalan baik, Anda perlu memulai dengan lembaran kosong. Tetapi itu sama sekali tidak perlu," ujarnya kepada DFB, Selasa (3/9).
Alih-alih langsung menghubungi para pemain yang baru kembali dari liburan musim panas, Klopp memilih pendekatan metodis. Ia menyebut dua bidang tanggung jawab utamanya: tim senior dan semua hal lain di sekitarnya, termasuk mengunjungi klub-klub Bundesliga.
Klopp tidak ingin hanya mengandalkan laporan pemandu bakat. Ia punya ambisi untuk memahami karakter personal setiap calon pemainnya sebelum memimpin mereka di lapangan.
"Saya mencoba mengunjungi beberapa klub dan pemain sebelum semuanya dimulai. Saya mengenal para pemain, tetapi tidak selalu sosok di balik para pemain. Penting bagi saya untuk mempelajari apa yang mendorong setiap orang, dari mana dia berasal, ke mana dia ingin pergi," jelas mantan bos Borussia Dortmund itu.
Ia juga menyambut hangat sambutan staf yang ditemuinya, menyebut suasana awal yang tercipta terasa tidak asing dan menyenangkan.
Klopp menegaskan proyek ini bukan eksperimen jangka pendek, melainkan perjalanan multi-tahun. "Untungnya, ini bukan eksperimen jangka pendek; ini dirancang untuk berlangsung beberapa tahun. Dan sekarang kami bisa memulainya," tegasnya.
Jadwal padat sudah menanti. Skuad pertama diperkirakan diumumkan antara pekan ketiga dan keempat Bundesliga, dengan pemusatan latihan di Herzogenaurach mulai 20 September.
Ujian sesungguhnya datang pada 24 September, saat Jerman bertandang ke Amsterdam untuk menghadapi Belanda. Laga kandang perdana akan berlangsung tiga hari kemudian di WWK Arena, Augsburg, melawan Yunani.