Pemkot Banjarbaru Gelar Lomba Desain Sasirangan Pewarna Alam, Targetkan UMKM Tembus Pasar Global

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 08:31:32 WIB
Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman, membuka lomba desain Sasirangan pewarna alam di Banjarbaru.

BANJARBARU — Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman, mewakili Wali Kota Banjarbaru membuka langsung lomba desain yang berlangsung di MESS L tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi ruang kreasi sekaligus pembuktian bagi para pelaku industri kreatif di Kota Idaman.

Mengapa Pewarna Alam Jadi Syarat Utama?

Berbeda dari lomba desain pada umumnya, ajang ini mewajibkan peserta menggunakan pewarna alam sebagai bahan baku utama. Sentuhan desain kreatif berbasis pewarna organik ini menuntut perajin tidak hanya menghasilkan produk bernilai estetika tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung pada upaya pelestarian lingkungan.

Marhain menjelaskan bahwa tren dunia saat ini bergerak menuju konsep keberlanjutan. Indonesia, kata dia, terus mengampanyekan penggunaan produk fashion yang lebih ramah lingkungan.

“Sejalan dengan komitmen berbagai negara, Sasirangan berbahan pewarna alam memiliki nilai tambah serta peluang yang semakin besar untuk bersaing keras di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Target: Dari Lokal ke Pasar Ekspor

Penyelenggaraan lomba ini menjadi bukti konkret bahwa Pemkot Banjarbaru serius membina sektor riil. Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat terus mendorong fasilitasi, pelatihan, hingga panggung kompetisi agar para perajin lokal mampu mendominasi pasar yang lebih luas.

Dengan mengusung tema Sasirangan Kontemporer, lomba ini dinilai sangat relevan dengan tantangan industri fashion saat ini. Marhain menekankan bahwa Sasirangan harus tetap mempertahankan nilai tradisi, namun tetap mampu mengikuti selera pasar modern.

“Kegiatan ini jadi ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya Banjar,” ujarnya.

Dampak bagi Perajin dan Ekonomi Daerah

Pemkot Banjarbaru berharap karya-karya yang lahir dari ajang ini mampu menjadi lokomotif pengembangan Sasirangan Banjarbaru agar semakin dikenal luas. Selain membanggakan daerah, kompetisi ini diharapkan membawa dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Lomba desain ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utama diberikan pada pengembangan ekosistem industri kain Sasirangan yang selama ini menjadi ikon budaya Kalimantan Selatan.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: jejakrekam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top