Sebelum tanggul ditinggikan, petambak Muara Pagatan kerap gagal memulai budidaya saat angin barat bertiup kencang dan hujan deras. Air pasang menerobos kolam, membuat kondisi air tidak layak bagi kepiting. Abdul Malik (50), pengelola tambak, menceritakan bahwa masa-masa itu kini sudah berlalu.
“Sebelum ada rehabilitasi, kalau musim barat dan hujan tinggi kami tidak bisa mengisi tambak karena air masuk ke dalam. Sekarang sudah aman. Setelah tanggul ditinggikan, air pasang tidak lagi masuk,” kata Abdul Malik kepada wartawan.
Kepala Desa Muara Pagatan, Husaini (52), menjelaskan bahwa desanya memiliki empat kelompok tani yang membudidayakan kepiting. Tanggul tambak milik kelompok-kelompok itulah yang ditinggikan melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu pada 2025.
Menurut Husaini, bantuan tersebut berdampak langsung pada perekonomian warga. Tambak kini aman dari ancaman air pasang, produktivitas pun terdongkrak. Dengan masa panen sekitar tiga bulan sekali, hasil budidaya meningkat dan pendapatan petani naik.
Husaini mengungkapkan bahwa hasil panen kepiting Muara Pagatan tidak hanya dijual di pasar lokal. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Hasil panen kepiting dari sini dikirim ke Bali, Jawa, Sumatera, hingga pulau-pulau lainnya. Pasarnya sangat luas,” ujarnya.
Dengan tambak yang lebih terlindungi, para petani kini mengelola budidaya dengan lebih tenang. Keberlanjutan produksi kepiting ini diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu.