BANJARMASIN — Pada Sabtu lalu, Pemerintah Kabupaten Tabalong memberikan beasiswa kedinasan bagi siswa kurang mampu, sementara 100 pekebun sawit swadaya di Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas. Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup pembangunan pasar mingguan di Muara Uya, silaturahmi pengusaha muda lewat minisoccer, dan penguatan pemahaman metodologi fatwa bagi mahasiswa di Banjarmasin.
Sebanyak 100 pekebun sawit swadaya di Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan mereka. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong tata kelola sawit mandiri yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Tabalong memberikan beasiswa kedinasan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan tinggi bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, sekaligus menyiapkan calon aparatur sipil negara di daerah.
Dinas Kebersihan dan Umum Perkotaan (DKUP) Kabupaten Tabalong menuntaskan pembangunan pasar mingguan di Kecamatan Muara Uya. Fasilitas baru ini diharapkan mempermudah warga berbelanja kebutuhan pokok dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap metodologi fatwa melalui kegiatan khusus. Tujuannya agar calon intelektual Islam mampu memahami proses penetapan fatwa secara benar dan kontekstual.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banua menggelar minisoccer friendly match sebagai ajang mempererat silaturahmi antarpengusaha muda. Kegiatan ini juga menjadi sarana networking dan memperkuat solidaritas di kalangan pebisnis daerah.