KARANG INTAN — Sebanyak 110 anggota FKDM dari tingkat kecamatan dan kabupaten mengikuti pelatihan intelijen yang digelar Badan Kesbangpol Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung di Ballroom Bukit Bintang Park and Resort, Karang Intan, dan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany.
Dalam sambutan tertulis Bupati Banjar yang dibacakan Rakhmat Dhany, FKDM disebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketenteraman wilayah. “FKDM adalah perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Bapak dan Ibu sekalian adalah mata dan telinga pemerintah,” tegasnya.
Kabupaten Banjar memiliki luas wilayah lebih dari 4.600 km² yang terdiri dari 20 kecamatan, 277 desa, dan 13 kelurahan. Kemajemukan masyarakat disebut menjadi anugerah sekaligus tantangan. Menurut pihak Pemkab, tantangan keamanan saat ini tidak lagi terbatas pada konflik fisik, tetapi telah merambah ke ancaman yang lebih halus seperti penyebaran paham radikal, intoleransi, hoaks, disinformasi, hingga provokasi di media sosial.
Pelatihan ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banjar, Tofik Norman Hidayat, menjelaskan bahwa materi mencakup peningkatan analisis situasi, penguatan deteksi dan cegah dini, optimalisasi pelaporan, serta sinergi dan profesionalisme.
Pemkab Banjar menghadirkan narasumber dari tiga instansi penegak hukum dan intelijen, yaitu Polres Banjar, Kejaksaan Negeri Banjar, dan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan. “Harapannya, keterampilan teman-teman FKDM di tingkat kecamatan semakin terasah dalam mengolah dan menyampaikan informasi terkait potensi-potensi kerawanan di lingkungannya,” ujar Tofik.
Tofik menambahkan, potensi kerawanan yang menjadi fokus utama adalah gesekan atau konflik sosial yang muncul dari keberagaman suku, agama, dan pandangan masyarakat. Melalui deteksi dini dari anggota FKDM di lapangan, segala potensi perselisihan diharapkan dapat diredam lebih awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.