BANJARMASIN — Persiapan atlet kick boxing Kalimantan Selatan menuju PON Bela Diri 2026 mulai memasuki tahap intensif. Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (Pengprov KBI Kalsel) memusatkan latihan di Barabau, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang berjarak sekitar 165 kilometer timur laut Banjarmasin.
Ketua Pengprov KBI Kalsel HM Rosehan Noor Bachri mengungkapkan, untuk sementara ini latihan atlet banyak terpusat di Barabai dengan asuhan pelatih Alfian. "Dengan terus berlatih, kita harapkan atlet kick boxing Kalsel bisa membawa nama harum daerah pada PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara Oktober mendatang," ujar Rosehan ketika dikonfirmasi, Senin.
Rosehan yang juga anggota DPRD Kalsel dan mantan Wakil Gubernur Kalsel itu mendorong kabupaten/kota lain untuk menggelar latihan lebih intensif. "Kita harapkan kabupaten/kota lainnya juga melakukan latihan lebih intens lagi sehingga saat tanding di PON Bela Diri Manado nanti betul-betul siap," tambahnya.
Pelatih KBI Kalsel, Alfian, optimistis atlet binaannya mampu bersaing di tingkat nasional. Ia merujuk pada pengalaman berlaga di PON XXI 2024 sebagai modal berharga. "Belajar dari pengalaman PON XXI 2024, Insya Allah atlet kita menoreh prestasi pada PON Bela Diri mendatang," ujar Alfi.
Meski demikian, baik Rosehan maupun Alfi belum bisa memastikan jumlah nomor pertandingan yang akan diikuti KBI Kalsel di Manado, yang dijuluki "kota nyiur melambai".
Keputusan akhir mengenai partisipasi di setiap nomor masih menunggu hasil evaluasi pelatihan dan seleksi atlet. Faktor pendanaan juga menjadi pertimbangan utama. "Kita lihat nanti hasil pelatihan atau seleksi, serta keadaan pendanaan, baru bisa tentukan keikutsertaan KBI Kalsel di kota nyiur melambau itu nanti. Tapi InsyaAllah kita akan ikut berpartisipasi menyemarakkan PON Bela Diri tersebut," pungkas Rosehan dan Alfian.