Pemprov Kalsel Siapkan Operasi Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok, Kepala Biro Perekonomian Beberkan Skemanya

Penulis: Zulham Nasution  •  Senin, 20 Juli 2026 | 19:29:01 WIB
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, memaparkan skema pasar murah untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok di Banjarmasin.

BANJARMASIN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak menunggu harga sembako melambung tinggi untuk bertindak. Sejak pekan lalu, jajaran Biro Perekonomian sudah menyiapkan skema pasar murah yang bisa digelar kapan saja jika indikator inflasi mulai menunjukkan tekanan.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, menyampaikan hal itu usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, pasar murah menjadi instrumen utama untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.

Skema Pasar Murah: Tidak Menunggu Harga Puncak

Eddy menjelaskan bahwa pasar murah akan difokuskan pada komoditas yang paling sensitif memicu inflasi, seperti beras, minyak goreng, dan cabai. Pemprov Kalsel akan berkoordinasi dengan Bulog dan distributor untuk memastikan pasokan tetap tersedia.

"Kami siapkan pasar murah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga bahan pokok di pasaran," ujar Eddy. Ia menambahkan bahwa operasi pasar akan digelar di titik-titik yang dinilai rawan, termasuk pasar tradisional dan permukiman padat penduduk.

Mengapa Langkah Ini Diambil Sekarang?

Tekanan inflasi di Kalimantan Selatan masih dalam tahap waspada. Meski belum menunjukkan gejolak ekstrem, Pemprov Kalsel memilih bergerak lebih awal ketimbang menunggu harga benar-benar tidak terkendali. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam rapat koordinasi nasional.

Eddy menyebut bahwa data pemantauan harga mingguan akan menjadi acuan utama. Jika harga di tiga pasar induk di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura mulai naik di atas ambang batas, pasar murah langsung diaktifkan.

Dampak Langsung ke Warga

Bagi warga Kalsel, kehadiran pasar murah berarti bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Pemprov menargetkan setidaknya 10 titik operasi di seluruh kabupaten/kota jika situasi memburuk. Namun Eddy menekankan bahwa saat ini stok bahan pokok masih terbilang aman.

Langkah antisipatif ini juga menjadi sinyal bagi pedagang untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan. Dengan adanya ancaman operasi pasar, spekulan harga diharapkan berpikir dua kali sebelum menimbun barang.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: redaksi8.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top