TANAH LAUT — Puluhan warga Desa Pemuda, Kecamatan Bati-Bati, mendapat edukasi langsung tentang bahaya listrik rumah tangga dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Politala di balai desa setempat. Acara yang berlangsung Kamis (16/7) itu menghadirkan materi seputar penyebab korsleting, penggunaan stop kontak yang benar, hingga pentingnya memilih peralatan listrik berstandar keselamatan.
Agar mudah dipahami, pemateri Sukma Firdaus tidak hanya menyampaikan teori. Ia juga mendemonstrasikan penggunaan berbagai komponen instalasi listrik secara langsung. Warga pun bisa melihat cara pemasangan dan penggunaan yang benar, sekaligus mengenali potensi bahaya dari instalasi yang asal-asalan.
Menurut Sukma, sebagian besar kecelakaan akibat listrik sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat paham cara penggunaan yang benar. Ia mengimbau warga rutin memeriksa kondisi instalasi di rumah, tidak menggunakan terminal listrik secara berlebihan, dan segera mengganti kabel atau peralatan yang rusak.
Kepala Desa Pemuda, Zainal Arifin, mengapresiasi inisiatif Politala. Ia menilai edukasi semacam ini sangat relevan karena menyangkut keselamatan warga sehari-hari.
"Pemahaman mengenai keselamatan listrik sangat penting karena berkaitan langsung dengan keamanan keluarga. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," ujar Zainal dalam sambutannya.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Sri Munthiah Andriami, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi Politala dalam memberikan edukasi yang sesuai kebutuhan warga. Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami cara menggunakan instalasi listrik dengan benar.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran warga agar mampu mengenali potensi bahaya listrik dan menerapkan penggunaan instalasi yang lebih aman di rumah," katanya.
Selama sosialisasi, warga tampak antusias. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi soal persoalan kelistrikan yang kerap muncul di rumah masing-masing. Politala berharap kegiatan ini bisa menekan risiko kecelakaan dan kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar. (my)