KALIMANTAN SELATAN — Samsung mulai menggulirkan pembaruan Galaxy AI ke sejumlah ponsel flagship lawas sejak Maret 2024. Lewat update One UI 6.1, pemilik Galaxy S23 Series, Galaxy Z Fold5, Galaxy Z Flip5, Galaxy S22 Series, Galaxy Z Fold4, dan Galaxy Z Flip4 kini bisa menikmati fitur kecerdasan buatan yang sebelumnya eksklusif untuk seri terbaru.
Kebijakan ini membuat harga ponsel flagship bekas di pasaran semakin menarik. Setelah peluncuran seri anyar di awal tahun, harga model-model lama turun signifikan. Galaxy S22 bekas misalnya, dibanderol mulai Rp 4,5 juta hingga Rp 6,05 juta untuk varian 8GB/256GB. Sementara Galaxy Z Flip 4 bekas bisa ditemukan mulai Rp 1,85 juta hingga Rp 6,75 juta tergantung kondisi dan kapasitas penyimpanan.
Berikut perkiraan harga pasar untuk beberapa seri yang sudah menerima update Galaxy AI:
Harga bisa berbeda tergantung platform jual-beli, kelengkapan, dan kondisi fisik perangkat. Disarankan membandingkan penawaran dari beberapa toko atau marketplace terpercaya sebelum memutuskan membeli.
Pembaruan ini membawa sejumlah fitur andalan berbasis AI. Circle to Search memungkinkan pengguna mencari informasi cukup dengan melingkari objek di layar tanpa perlu membuka aplikasi browser. Live Translate menerjemahkan panggilan telepon secara real-time. Ada pula Note Assist untuk merangkum catatan otomatis dan Generative Edit yang bisa memindahkan, menghapus, atau memutar objek dalam foto dengan hasil piksel baru yang dihasilkan otomatis.
Untuk kebutuhan menulis, Writing Assist pada Samsung Keyboard menyediakan pemeriksaan tata bahasa dan saran nada pesan. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua model lawas mendapatkan fitur Galaxy AI secara penuh. Galaxy S22 Series, Z Fold4, dan Z Flip4 misalnya, hanya menerima sebagian fungsi seperti Circle to Search dan Chat Assist.
Samsung juga berencana membawa Galaxy AI ke ponsel kelas menengah seperti Galaxy A55 dan A35 pada Agustus mendatang melalui update One UI 6.1.1. Meski begitu, fitur yang tersedia kemungkinan lebih terbatas dibandingkan seri flagship. Langkah ini menunjukkan komitmen Samsung untuk memperluas akses AI ke lebih banyak pengguna.
Satu hal yang perlu diingat: beberapa fitur AI berbasis komputasi awan mungkin akan dikenakan biaya berlangganan di masa depan. Namun, fitur dasar Galaxy AI yang sudah tersedia saat ini masih gratis digunakan.