BANJARMASIN — Longsor yang terjadi di Jalan Sungai Lulut KM 5,5 memaksa Satlantas Polresta Banjarmasin mengubah arus lalu lintas. Badan jalan di ruas dekat Sungai Gardu hingga Komplek Gardu Mekar Indah mengalami retak sepanjang 30 meter. Bagian tepi yang berbatasan langsung dengan sungai amblas sedalam sekitar satu meter, membuat jalur itu berbahaya bagi kendaraan besar dan roda empat.
Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono mengatakan personel langsung dikerahkan ke lokasi sejak pagi. Pengendara mobil diarahkan melalui Jalan Rahayu menuju Pembina IV, kemudian menyeberang lewat jembatan ke arah Sungai Lulut dan Sungai Tabuk.
"Untuk sepeda motor masih bisa melintas di sisi jalan yang tersisa, namun diberlakukan sistem buka-tutup demi keselamatan," ujar Embang di Banjarmasin, Rabu.
Selain pengalihan arus, Satlantas juga memberlakukan sistem satu arah di kawasan Gardu Mekar Indah. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan di sekitar Jembatan Sungai Gardu yang menjadi titik perlintasan utama. Embang menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.
"Kami menyiapkan jalur alternatif dan menempatkan personel di titik-titik pengalihan arus agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar," katanya.
Longsor itu berdampak langsung pada aktivitas warga sekitar. Sejumlah warga memilih mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah maupun tempat usaha karena khawatir terjadi longsor susulan. Beberapa pedagang bahkan menghentikan sementara aktivitas usahanya di lokasi terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjaga di titik-titik rawan untuk memantau kondisi jalan dan mengatur lalu lintas. Pengendara yang melintas diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.